Maksimalkan Venue Eks PON XIX, ISSI Jabar akan Gelar Kejuaraan

Keberadaan venue balap sepeda eks Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX akan dimaksimalkan Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Sport Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Jawa Barat dalam meningkatkan pembinaan atlet. Salah satunya dengan menggelar semakin banyak

Maksimalkan Venue Eks PON XIX, ISSI Jabar akan Gelar Kejuaraan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Keberadaan venue balap sepeda eks Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX akan dimaksimalkan Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Sport Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Jawa Barat dalam meningkatkan pembinaan atlet. Salah satunya dengan menggelar semakin banyak kejuaraan. Ketua I Pengprov ISSI Jabar, ‎Ade Hendarsyah menuturkan, keberadaan venue yang mumpuni ditambah dengan antusiasme tinggi pebalap sepeda di Jabar, makin memicu peningkatan pembinaan atlet. Pihaknya pun berencana menggelar beberapa even kejuaraan dengan memanfaatkan keberadaan venue eks PON XIX. "Dengan makin banyak bermunculannya PBS dan atlet baru, kita sudah rencanakan beberapa kejuaraan di tahun 2017. Salah satunya ‎kejuaraan untuk nomor BMX dengan memanfaatkan venue eks PON XIX di Ciamis," ujar Ade saat ditemui di Sekretariat Pengprov ISSI Jabar, Jalan Pungkur Kota Bandung, Selasa (20/12/2016). Untuk even kejuaraan BMX tersebut, lanjut Ade, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pengcab-pengcab ISSI di wilayah Priangan‎, seperti Garut, Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran, hingga Sumedang. "Dengan keberadaan sarana venue BMX di Ciamis, rencananya kita akan lakukan sekitar 4 atau 5 seri dalam setahun untuk kejuaraan di nomor BMX ini. ‎Selain di Ciamis, Kota Bekasi pun sedang bangun sirkuit BMX. Jadi tidak lagi terpusat di kawasan Bandung Raya," terangnya. Selain kejuaraan BMX, pihaknya pun berencana untuk menggeliatkan kejuaraan balap sepeda di nomor trek atau velodrom. Dengan keberadaan Velodrom Munaip Saleh yang sudah direnovasi dan digunakan saat PON XIX, memungkinkan untuk dijadikan sebagai lokasi kejuaraan. "Kita ingin akomodir geliat pebalap sepeda di Jabar. Jangan sampai mereka hanya berlatih saja tanpa ada ajang untuk evaluasi dalam sebuah kejuaraan. Termasuk di nomor trek yang sangat jarang kejuaraannya akan kita fasilitasi. ‎Dengan demikian, semua nomor disiplin balap sepeda bisa hidup dan atlet potensial pun diharapkan ‎muncul saat Porda atau PON," pungkasnya. (Ageng/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA