Ikut Aturan Kemenpora, Bonus Atlet Peraih Medali Emas PON XIX Sebesar Rp. 200 Juta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akhirnya memberikan kepastian nominal bonus bagi para atlet peraih medali dan non medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat menghadiri Sy

Ikut Aturan Kemenpora, Bonus Atlet Peraih Medali Emas PON XIX Sebesar Rp. 200 Juta

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akhirnya memberikan kepastian nominal bonus bagi para atlet peraih medali dan non medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat menghadiri Syukuran Jabar Kahiji di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Minggu (13/11/2016). "Untuk bonus bagi atlet peraih medali emas perorangan, kita tetapkan sebesar Rp200 juta per keping medali emas perorangan. Kepastian nominal bonus ini kita sesuaikan berdasarkan aturan yang dikeluarkan Kemenpora," ujar gubernur yang akrab disapa Aher dihadapan para atlet saat acara Syukuran Jabar Kahiji di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Minggu (13/11/2016). Berdasarkan aturan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), lanjut Aher, bonus bagi atlet berprestasi tingkat nasional tidak boleh melebihi nominal bonus yang diberikan bagi atlet berprestasi di tingkat SEA Games. Untuk bonus atlet peraih medali emas perorangan di even SEA Games, nominalnya mencapai Rp200 juta. "Sebenarnya, kita sudah menyiapkan anggaran lebih dari nominal yang ditetapkan sekarang. Tapi aturan kan tetap aturan yang harus dipatuhi, kalau dilanggar nanti dianggap melanggar keuangan negara terus harus ganti rugi pengembalian keuangan negara. Kan justru malah cape dan berabe," tambahnya. Aher menambahkan, pihak BPK saat melakukan pemeriksaan dipastikan akan megacu pada aturan yang ada termasuk aturan dari Kemenpora. Untuk itu, daripada melebihkan jumlah nominal bonus sesuai dengan keinginan kita dan atlet namun berdampak di kemudian hari, maka pihaknya menetapkan jumlah bonus bagi peraih medali emas perorangan sebesar Rp200 juta. Mending ikut aturan kan lebih nyaman, daripada nanti harus ada pengembalian. Toh bonus yang nanti diterima atlet itu sudah nett, karena untuk beban pajak akan ditanggung oleh pemerintah. Cukup besar loh pajaknya, mencapai 15 persen. Jadi kalau satu medali emas yakni Rp200 juta, pajaknya mencapai Rp30 juta," tegasnya. Sementara untuk bonus medali emas bagi nomor pertandingan yang diikuti lebih dari satu atlet dan nomor beregu, Aher mengaku sudah memiliki perhitungannya. Termasuk bagi atket peraih medali perak, perunggu dan atlet non-medali. "Semua sudah ada itung-itungannya. Untuk penghargaan lain seperti pendidikan dan pekerjaan, nanti kita lihat dulu aturannya. Sekarang mah kita fokus dulu pada bonus. Insha Allah, bisa dicairkan pada bulan Januari 2017 dan langsung masuk rekening atlet," pungkasnya. (Ageng/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA