Gagal Sumbang Emas di Popnas XIII, PBVSI Jabar Siap Lakukan Evaluasi

Tim bola voli indoor Jawa Barat gagal meraih medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIII 2015. Tim voli indoor Jabar putra kalah 0 3 dari Jawa Tengah dan tim voli indoor putri takluk 03 dari DKI Jakarta di babak final di GOR C Tra Aren

Gagal Sumbang Emas di Popnas XIII, PBVSI Jabar Siap Lakukan Evaluasi

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Tim bola voli indoor Jawa Barat gagal meraih medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIII/2015. Tim voli indoor Jabar putra kalah 0-3 dari Jawa Tengah dan tim voli indoor putri takluk 03 dari DKI Jakarta di babak final di GOR C-Tra Arena, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Kamis (17/9/2015). [caption id="attachment_165115" align="aligncenter" width="740"] Puti Jabar vs DKI Jakarta (Foto: Husen)[/caption] Tampil sebagai tuan rumah dan di tengah dukungan suporter tidak membuat tim voli indoor putri Jabar beruntung. Anak asuhan Octavian ini bahkan tampil di bawah perform. Beberapa kali bola serve anak-anak Jabar melebar dan gagal melewati net. Begitupun spike Jabar melalui Adinda maupun Hasna beberapa kali gaggal mendulang poin. Selain itu, blok anak-anak Jabar pun dengan mudah ditembus spike tim DKI Jakarta. Hal yang berbeda terjadi di kubu DKI Jakarta. Dimotori Azura, DKI Jakarta justru tampil tanpa beban. Bahkan mereka mampu mendominasi laga melalui kombinasi spike keras Azura, Adisti maupun Bintang yang menghasilkan poin. Alhasil, tim putri Jabar takluk dari DKI dengan skor 0-3 (17-25, 23-25, 17-25). Kondisi serupa dialami oleh tim putra Jabar. Menghadapi Jawa Tengah, anak asuhan Agus Irawan tampak kalah kualitas. Jawa Tengah justru tampil tregginas. Spike keras Angga, Adi, maupun Doni tak mampu dikembalikan anak-anak Jabar. Jabar pun harus mengakui keunggulan Jateng dan memupus asa meraih medali emas setelah kalah 0-3 (19-25, 20-25, 18-25). Ketua Umum Pengprov PBVSI Jabar MQ Iswara mengakui jika Jabar kalah kualitas atas lawannya di babak final Popnas XIII/2015. Terutama di kelompok putra. "Kalau di putri, sebenarnya cukup seimbang, namun permainan tim kita di bawah perform terbaiknya. Sebaliknya, tim lawan tampil bagus. Ini akan jadi evaluasi kita untuk ke depan," kata Iswara usai laga, Kamis (17/9/2015). Dengan hasil tersebut, pihaknya akan mengusulkan pembentukan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) cabang olahraga bola voli kepada Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Povinsi Jawa Barat. Pasalnya, DKI Jakarta sudah memiliki PPLP untuk cabang olahraga bola voli serta pelatihan dibawah Kemenpora. "Untuk PPLP kita akan ajukan melalui KONI Jabar. Selain itu, kita pun berharap agar KONI Jabar maupun Disorda Jabar bisa lebih aktif kepada Kemenpora agar atlet-atlet potensial kita bisa mengikuti program pelatihan yang diadakan oleh Kemenpora," tegasnya. Meski demikian, Iswara mengaku, hasil ini tidak akan membuat pihaknya khawatior akan peluang Jabar di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Pasalnya, Jabar masih memiliki komposisi pemain yang cukup kuat untuk di putri serta sokongan dari klub-klub bola voli yang bisa dibilang paling banyak dari seluruh Indonesia. "Untuk PON, kita tidak khawatir. Pembinaan kita terus berjalan, baik melalui pengprov, pengcab PBVSI maupun melalui klub. Untuk 2016 mendatang, kita masih punya peluang besar meraih emas. Bahkan hingga PON 2020 mendatang di Papua," tegasnya.  (Ageng/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA