TNI AU Akan Menambah Alutsista Canggih

TNI Angkatan Udara (AU) berencana akan menambah Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) yang lebih canggih untuk mengantisipasi gangguan keamanan wilayah nusantara. Ini merupakan program strategis TNI AU dalam kurun waktu 2015 2019. Dengan kesiapan a

TNI AU Akan Menambah Alutsista Canggih

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com : TNI Angkatan Udara (AU) berencana akan menambah Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) yang lebih canggih untuk mengantisipasi gangguan keamanan wilayah nusantara. Ini merupakan program strategis TNI AU dalam kurun waktu 2015-2019. "Dengan kesiapan alutsista yang canggih dan terbaru, membuat TNI AU akan semakin kuat dan disegani," ucap Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna saat menutup acara penutupan Pendidikan Seskoau angkatan ke-52 Tahun Pelajaran 2015, di bangsal Srutasala kampus Seskoau Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (19/11/2015). Dia menjelaskan, penembahan alutsista ini penting untuk menghadapi perkembangan tantangan ke depan secara global dan regional, sebagai contoh perkembangan di laut Cina Selatan. "Kita lihat perkembangan di Laut Cina Selatan, kita selalu mengantisipasi keamanan wilayah udara kita, " ucapnya. Agus juga mengatakan, selain Pesawat Hercules, TNI AU juga membutuhkan pesawat helikopter angkut berat, pengganti pesawat F-5, Pesawat Jet Tempur Sukhoi Su-35 dan Pesawat VIP untuk Presiden dan Wakil Presiden. "Beberapa pesawat tersebut merupakan alutsista yang saat ini dibutuhkan oleh TNI AU," ungkapnya. Namun, lanjutnya, bukan hanya pembelian alutsista yang menjadi harapan dan keinginan TNI AU. Adapun kebutuhan penting lainnya seperti Radar yang lebih canggih. Pasalnya, dengan radar yang lebih canggih, akan lebih cepat memantau wilayah udara nusantara. Saat disinggung soal negara mana yang akan menjadi pemasok alutsita bagi Indonesia, KSAU masih merahasiakannya. Dia hanya menyebutkan bahwa untuk jumlah pesawat yang akan dibeli TNI AU tak lebih dari 100 unit. "Soal pembelian alutsista kita lihat saja nanti mana negara yang akan dipilih," tukasnya. (Tri/Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA