Tiga Perusahaan Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan Sumatera

Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri) telah menetapkan tiga perusahaan sebagai tersangka pembakaran hutan di wilayah Sumatera Selatan. Ketiga perusahaan itu beroperasi di sektor perkebunan daerah Ogan Komering Llir, Sumatera Selatan.

Tiga Perusahaan Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan Sumatera

FOKUSJabar.com: Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri) telah menetapkan tiga perusahaan sebagai tersangka pembakaran hutan di wilayah Sumatera Selatan. Ketiga perusahaan itu beroperasi di sektor perkebunan daerah Ogan Komering Llir, Sumatera Selatan. “Satu korporasi sudah ditetapkan sejak sebelum ini, yakni PT BMH.” kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Yazid Fanani, Selasa (15/9/2015), seperti dikutip Rappler. PT BMH yang dimaksud adalah Bumi Mekar Hijau, anak perusahaan Sinar Mas Group. Sementara dua korporasi lainnya sudah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan adalah PT TPR (Tempirai Palm Resource) dan PT WAI (Waimusi Agro Indah). “Perusahaan-perusahaan itu memanfaatkan masyarakat untuk membakar lahan hutan demi kepentingan perusahaan,” ungkap Yazid. [caption id="attachment_164423" align="aligncenter" width="735"] Seorang anggota TNI dan petugas pemadam berusaha memadamkan api di perkebunan kelapa sawit di Desa Padamaran, Ogan Komering Ilir , Sumatera Selatan (liputan6)[/caption] Ketiga perusahaan tersebut diancam pasal 99 ayat 1 juncto pasal 116 Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara dan denda Rp1 milyar. “Soal siapa di dalam perusahaan ini yang dijadikan tersangka, kita sidik terlebih dulu. Nanti kelihatan siapa-siapa yang bertanggung jawab, apakah pimpinan atau siapa,” jelasnya. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan pada Selasa (15/9/2015) pagi, bahwa pihaknya dengan bantuan kepolisian sedang menyelidiki dugaan keterlibatan dua atau 3 perusahaan dalam pembakaran hutan. “Sedang dilakukan berita acara di lapangan dan minggu ini kelihatannya bisa dua atau 3 perusahaan akan kami kenakan sanksi,” kata Siti. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA