MUI Haramkan BPJS Kesehatan, Ini Penjelasannya

Kehadiran jaminan kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dirasakan sangat menguntungkan bagi masyarakat Indonesia. Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru baru ini mengeluarkan fatwa haram terhadap BPJS karena tidak seusai dengan sy

MUI Haramkan BPJS Kesehatan, Ini Penjelasannya

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kehadiran jaminan kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dirasakan sangat menguntungkan bagi masyarakat Indonesia. Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru-baru ini mengeluarkan fatwa haram terhadap BPJS karena tidak seusai dengan syariah. "BPJS ini merupakan upaya yang baik dari pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat khususnya mengenai kesehatan, namun MUI menyarankan agar pengelolaan dananya disesuaikan dengan prinsip syariah. Karena dalam pandangan MUI, selama ini BPJS masih menggunakan sistem bunga yang hukumnya diharamkan", terang Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof. Dr. Hasanudin AF kepada PRFM, Rabu (29/07/15) siang. [caption id="attachment_149117" align="aligncenter" width="735"] Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof. Dr. Hasanudin AF (mirajnews)[/caption] Menurut Hasanudin, suatu lembaga yang sudah melakukan prinsip syariah pasti ada Dewan Pengawas Syariah (DPS). Selain itu, pihak MUI pun tidak berniat menunda mengeluarkan fatwa haram ini, tapi baru dikeluarkan disaat waktunya bertepatan dengan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia ke V Tahun 2015 di Tegal, Jawa Tengah, beberapa hari yang lalu. "Untuk saat ini, obat yg diberikan oleh BPJS tidak apa-apa digunakan terlebih dahulu. Segera beralih kalau nanti sudah ada BPJS berbasis Syariah," lanjutnya. "Saya yakin kalo ini sesuai dengan yang diharapkan, sudah pasti menimbulkan rasa aman bagi masyarakat dan juga sebagai upaya ketaatan kita (khususnya Umat Muslim) terhadap Sang Pencipta. Dan yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah sistem BPJS berbasis Syariah ini bisa digunakan oleh siapapun tak terkecuali bagi umat non-Muslim sekalipun", pungkas Hasanudin. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA