Korban Musibah Masjidil Haram Bertambah, 11 Jemaah Tewas, 42 Luka-luka

Sebelas Jemaah Haji Indonesia dikabarkan tewas dan 42 terluka karena tertimpa crane di Masjidil Haram, pada Jumat (11 9 2015) lalu. Demikian dikatakan Kepala Daerah Kerja Mekah Arsyad Hidayat per tanggal 15 September pukul 11 00 waktu Arab Saudi. Sepert

Korban Musibah Masjidil Haram Bertambah, 11 Jemaah Tewas, 42 Luka-luka

FOKUSJabar.com: Sebelas Jemaah Haji Indonesia dikabarkan tewas dan 42 terluka karena tertimpa crane di Masjidil Haram, pada Jumat (11/9/2015) lalu. Demikian dikatakan Kepala Daerah Kerja Mekah Arsyad Hidayat per tanggal 15 September pukul 11:00 waktu Arab Saudi. Seperti dilansir Rappler, berikut nama-nama korban yang meninggal dunia: 1. Iti Rasti Darmini, nomor paspor B0716645, kloter JKS – 023. 2. Masnauli Sijuadil Hasibuan, nomor paspor B1061545, kloter MES – 009. 3. Painem Dalio Badullah No Paspor B 1258831 Kloter MES 8 4. Saparini Baharuddin Abdullah No Paspor B 1258832 Kloter MES 8 5. Nurhayati Rasad Usman No Paspor B 0393770 Kloter PDG 4 6. Ferry Mauludin Arifin No Paspor A 9464489 Kloter JKS 12 7. Adang Joppy Lili No Paspor B 1197332 Kloter JKS 16. 8. Sriyana Marjosihono No Paspor B1188078 Kloter SOC 27. 9. Masadi Saiman Tarimin No Paspor V222619 Kloter SUB 38 10.Siti Rukayah Abdu Samad No Paspor A2714350 Kloter SUB 39 11.Darwis Rahim Cogge No Paspor B1162671 Kloter UPG 018 [caption id="attachment_164456" align="aligncenter" width="735"] Musibah Masjidil Haram pada Jumat (11/9/2015) (tribunnews)[/caption] Angin kencang diduga menjadi penyebab jatuhnya crane di Masjidil Haram. Teknisi kontraktor pemugaran masjid Saudi Binladin Group mengklaim bahwa crane dipasang secara profesional dan tidak ada tanda-tanda kerusakan teknis pada crane tersebut. Menurut teknisi tersebut, apa yang terjadi adalah "kehendak Tuhan." Meski begitu, pemerintah Arab Saudi tetap akan melakukan investigasi terhadap penyebab jatuhnya crane. Saat ini, sebuah komite telah dibentuk untuk menjalankan proses investigasi tersebut. Terkait dampak dari musibah ini, seorang pejabat pemerintah terkait yang menolak disebutkan namanya memastikan bahwa proses penyelenggaraan ibadah haji yang sedianya dimulai pada 21 September, tak akan tertunda. "Tak ada pengaruhnya terhadap ibadah haji tahun ini, bagian yang terdampak akan diperbaiki dalam beberapa hari," katanya. Demi menjamin keamanan jemaah haji, sumber yang sama mengungkapkan bahwa pihak kontraktor telah diminta untuk memeriksa keamanan dari crane lain yang masih berada di lingkungan mesjid. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA