Komnas PA : Indonesia Darurat Kejahatan Seksual Anak

Komisi Nasional Perlindungan Anak (PA) melaporkan bahwa Indonesia telah berada dalam status darurat kejahatan seksual terhadap anak. Kondisi tersebut diungkapkan oleh Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas PA, berdasarkan fakta dan data pengadu

Komnas PA : Indonesia Darurat Kejahatan Seksual Anak

CIREBON,FOKUSJabar.com: Komisi Nasional Perlindungan Anak (PA) melaporkan bahwa Indonesia telah berada dalam status darurat kejahatan seksual terhadap anak. Kondisi tersebut diungkapkan oleh Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas PA, berdasarkan fakta dan data pengaduan kekerasan terhadap anak yang diterima pihaknya sejak empat tahun lalu (2011-2015). Menurut Arist, jumlah pengaduan pelanggaran hak anak terus meluas dan meningkat. "Dari data yang dikumpulkan dan dianalis pusat data dan informasi Komnas Anak, sebanyak 21.689.797 kasus pelanggaran hak anak yang tersebar di 34 Provinsi dan di 179 Kabupaten Kota," ungkap Arist saat ditemui usai acara seminar perlindungan hukum kekerasan seksual terhadap anak di Ballroom Hotel Aston Kota Cirebon, Jumat (23/10/2015). [caption id="attachment_183518" align="aligncenter" width="740"] Ketua Umum KPAI Pusat : Arist Merdeka Sirat memberikan materi tentang kekerasan anak kepada para peserta (Foto: Dea)[/caption] "Sementara 58% pelanggaran hak anak merupakan kejahatan seksual, selebihnya 42% adalah kasus kekerasan fisik, penelantaran, penculikan, eksploitasi ekonomi, perdagangan anak untuk tujuan eksploitasi seksual komersial serta kasus-kasus perebutan anak," lanjut Arist. Untuk data kejahatan seksual terhadap anak dilaporkan ke komnas anak pada : 1. Tahun 2010 : 2.046 Kasus kejahatan seksual dan 859 kasus pengaduan pelanggaran hak anak yang meningkat sebanyak 42% dari tahun sebelumnya 2. Tahun 2011 : 2.426 kasus kejahatan seksual dan 1.407 kasus pengaduan pelanggaran hak anak yang meningkat sebanyak 58% dari tahun sebelumnya 3. Tahun 2012 : 2.637 kasus kejahatan seksual dan 1.634 kasus pengaduan pelanggaran hak anak yang meningkat sebanyak 62% dari tahun sebelumnya. 4. Tahun 2013 : 3.339 kasus kejahatan seksual dan 2.070 kasus pengaduan pelanggaran hak anak yang meningkat sebanyak 52% dari tahun sebelumnya 5. Tahun 2014 : 3.726 kasus kejahatan seksual yang mengalami kenaikan sebanyak 47% 6. Tahun 2015 : 1.725 kasus kejahatan seksual selama bulan januari hingga juni dan sebanyak 237 kasus kejahatan seksual pelakunya anak dibawah umur 14 tahun. "Untuk korban 82% berasal dari keluarga menengah ke bawah dan 10 dari kejahatan seksual adalah 6 incest," pungkasnya. (Dea/Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA