Diamanahkan, Ini Pesan SBY Kepada Jokowi Soal Kabut Asap

Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku menerima banyak pesan dari masyarakat Riau terkait masalah kabut asap dampak kebakaran lahan. Pesan yang ia terima melalui media sosial itu merupakan amanah dan ia merasa perlu untuk disampaikan k

Diamanahkan, Ini Pesan SBY Kepada Jokowi Soal Kabut Asap

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku menerima banyak pesan dari masyarakat Riau terkait masalah kabut asap dampak kebakaran lahan. Pesan yang ia terima melalui media sosial itu merupakan amanah dan ia merasa perlu untuk disampaikan kepada pemerintahan Joko Widodo. "Maaf Bapak Presiden, saya tidak punya niat buruk apapun," kata SBY, lewat akun Facebook-nya, Susilo Bambang Yudhoyono. "Masyarakat Riau mohon pemerintah percepat & intensifkan upaya penanganannya (kabut asap)," lanjut SBY. [caption id="attachment_164262" align="aligncenter" width="735"] Riau dilanda kabut asap selama beberapa pekan terakhir. Hal itu disebabkan kebakaran hutan dan lahan (Tempo)[/caption] Menurut laporan Kompas, Selasa (15/9/2015), SBY juga mengaku sudah menyampaikan harapan rakyat kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut SBY, JK memberikan respons positif. "Masalah kebakaran hutan & asap cukup kompleks. Diperlukan kepemimpinan, kesatuan komando, alat peralatan & pengerahan petugas," kata SBY. "Pencegahan & tanggung jawab daerah penting. Reaksi cepat pusat penting. Hukum mesti ditegakkan dgn tegas bagi yg lalai & membakar," tambah Ketua Umum Partai Demokrat itu. Meski kabut asap di sejumlah daerah di Riau semakin menipis karena disapu hujan Senin (14/9/2015) kemarin, namun ada sejumlah daerah di Riau yang tetap diselimuti kabut asap. Bahkan jarak pandang di daerah tersebut terus menurun. Kondisi terparah berada di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan jarak pandang hanya 50 meter. Kemudian Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hanya 100 meter, Kabupaten Pelalawan 500 meter, dan Kota Pekanbaru 700 meter. Semuanya di bawah ambang batas normal, yakni 8.000 meter. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA