Demi Kabut Asap, Masyarakat Riau Belikan Jokowi Tiket Pesawat

Masyarakat Riau berbondong bondong menyumbangkan uang mereka untuk membelikan tiket pesawat bagi Presiden Joko Widodo. Hal itu dilakukan agar Presiden bisa menyaksikan langsung penderitaan yang dialami masyarakat Riau soal kebakaran hutan dan kabut asap

Demi Kabut Asap, Masyarakat Riau Belikan Jokowi Tiket Pesawat

FOKUSJabar.com: Masyarakat Riau berbondong-bondong menyumbangkan uang mereka untuk membelikan tiket pesawat bagi Presiden Joko Widodo. Hal itu dilakukan agar Presiden bisa menyaksikan langsung penderitaan yang dialami masyarakat Riau soal kebakaran hutan dan kabut asap yang hingga kini belum teratasi. Koordinator Divisi Politik dan Kebijakan Publik DPD KNPI Riau, Yopi Pranoto menjelaskan, aksi pembelian tiket itu digerakan oleh mahasiswa dan melibatkan masyarakat Riau. "Dalam waktu lima belas menit kami minta sumbangan di lampu merah, dananya sudah terkumpul. Tiketnya sudah dibeli," ujar Yopi kepada Viva, Jumat (18/9/2015). Yopi mengatakan, tiket pesawat yang dibeli dari dana masyarakat itu telah dikirimkan ke Istana Negara melalui pos pada Kamis (17/9/2015) kemarin. [caption id="attachment_165315" align="aligncenter" width="735"] Masyarakat beharap Jokowi mampu atasi permasalahan kebakaran hutan dan kabut asap dengan langsung mendatangi Riau (rmol)[/caption] Menurut Yopi, masyarakat tak hanya berharap kedatangan dari Jokowi, mereka juga menginginkan bapak presiden berkantor di Riau. "Kami minta Jokowi berkantor di Riau. Ia harus serius mengatasi kebakaran hutan dan kabut asap di Riau. Tidak cukup menurunkan anggota TNI saja," katanya. Menurut informasi, Yopi mengungkapkan, Presiden akan datang ke Riau pada tanggal 24 September 2015 usai salat Idul Adha di Sumetra Barat. Sementara itu, kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan telah membawa efek buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar. Pada awal September, tercatat kepekatan kabut asap di kota-kota yang terpapar asap telah melebihi 150 mikrogram per meter kubik, atau melebihi ambang batas aman. Hasil itu juga dibenarkan oleh Badan Meteorologi, klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten, Palembang, yang menyatakan udara di wilayah Sumatera sudah tidak lagi sehat. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA