Berikut Tujuh Poin Hasil Pertemuan FPI dan Polri

Massa Front Pembela Islam (FPI) yang menggelar aksi demonstrasi ke Mabes Polri hari ini berniat untuk menyampaikan beberapa tuntutan mereka terhadap Polri. Tuntutan tersebut sudah disampaikan dalam pertemuan antara perwakilan FPI dengan Polri. Tadi ba

Berikut Tujuh Poin Hasil Pertemuan FPI dan Polri

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Massa Front Pembela Islam (FPI) yang menggelar aksi demonstrasi ke Mabes Polri hari ini berniat untuk menyampaikan beberapa tuntutan mereka terhadap Polri. Tuntutan tersebut sudah disampaikan dalam pertemuan antara perwakilan FPI dengan Polri. "Tadi barusan saja antara jam 11.15 WIB sampai 12.30 WIB, Polri telah menerima perwakilan pengunjuk rasa yaitu FPI, FUI, dan rekan-rekan lainnya, perwakilan Jakarta dan Jawa Barat," jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri, Senin (16/1/2017), seperti dikutip dari Detik. Dari 1.500 massa yang ikut demo, sebanyak 17 orang menjadi perwakilan untuk menyampaikan aspirasinya secara bergantian. Dan berikut adalah tujuh poin selama pertemuan dengan Polri. 1. Polri khususnya Polda Jabar tidak lagi melakukan pembiaran terhadap indikasi adanya ormas yang anarkistis. Ini berkaitan dengan dugaan ormas GMBI yang melakukan pelanggaran hukum dan diduga dibiarkan oleh polisi. 2. Perwakilan massa menduga adanya kasus-kasus yang penanganannya 'pilih kasih'. Perwakilan FPI menyebut aduan terkait ormasnya cepat diproses, berbeda dengan aduan terhadap pihak di luar FPI. 3. FPI dan perwakilan massa menegaskan dukungannya terhadap kepolisian. Polri juga diminta bekerja profesional. 4. Polisi diminta tidak turut serta dalam urusan politik. Ada dugaan polisi ikut bermain politik. 5. Polisi diminta memahami adanya ancaman dari PKI agar dapat memetakan kondisi sdi lapangan 6. Perwakilan massa menyesalkan kejadian di Bandung, Jabar pasca pemeriksaan Habib Rizieq Shihab sebagai saksi. Diduga ada pembiaran terhadap GMBI yang melakukan kekerasan kepada anggota FPI. 7. Kericuhan di Polda Jabar pasca pemeriksaan Rizieq Shihab dianggap sebagai skandal. Perwakilan massa meminta Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan dievaluasi atau dicopot dari jabatannya. (Vina)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA