Tak Semua Ronggeng Gunung Bernuansa Erotis

Jawa Barat memiliki kesenian yang sangat beragam, salah satunya yang sangat terkenal adalah tari Ronggeng Gunung yang terdapat di Sanggar Padepokan Seni Ronggeng Gunung Penggugah Rasa tepatnya di Kampung Cikukang Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari Kabupaten

Tak Semua Ronggeng Gunung Bernuansa Erotis

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Jawa Barat memiliki kesenian yang sangat beragam, salah satunya yang sangat terkenal adalah tari Ronggeng Gunung yang terdapat di Sanggar Padepokan Seni Ronggeng Gunung Penggugah Rasa tepatnya di Kampung Cikukang Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Tarian ini berasal dari Tatar Sunda (Jawa Barat), dan tersebar hampir di seluruh Tanah Pasundan. Tarian Ronggeng Gunung yang dipimpin oleh Rasti tersebut sudah menjadi bagian dari kesenian khas yang sudah yang mengharukan nama Kabupaten Ciamis di mata Dunia. Tarian Ronggeng yang satu ini berbeda dengan tarian Ronggeng lainya yang cenderung mempertunjukan sisi erotisme penari, untuk menarik penonton khususnya kaum pria. Staf Radio Televisi dan Film (RTF) Pustikkom Kemdikbud Imron mengatakan, ada yang berbeda dalam tarian Ronggeng Gunung Padepokan Seni Penggugah Rasa yang diprakarsai oleh Raspi ini. " Dari segi konsep pertunjukan Tari Ronggeng lebih mempertunjukan unsur tradisi dan seni yang kental.  Proses pelestarian kesenian yang dilakukan oleh masyarakat agraris di Kampung Cikukang ini, memiliki banyak makna positif dalam kehidupan. Ronggeng bisa diolah menjadi sajian edukasi sebagai pembentuk karakter dinamis dengan menjungjung nilai kearifan lokal bagi pelajar di seluruh Indonesia," katanya di Padepokan Panggugah Rasa Banjarsari, Kamis (17/9/2015) [caption id="attachment_165178" align="aligncenter" width="700"] Rasti sedang menjelaskan tentang tarian Ronggeng Gunung. (Foto: Irfansyah)[/caption] Sementara itu penari Ronggeng Gunung Rasti menjelaskan, pertunjukan Tarian Ronggeng Gunung sendiri terkonsep dengan alami dengan tahapan-tahapan 16 lagu yang dinyanyikan secara berbeda dalam satu kali pertunjukan, dari segi gerakan maupun lag-lagu yang dilantunkan. "Dari 16 lagu yang dimainkan, setiap dari satu lagu ke lagu berikutnya berbeda-beda cara menari dan melantunkan nyanyianya, hal tersebut yang menjadikan Ronggeng Gunung berbeda dengan tarian Ronggeng lainya, dari segi pakaian saja tidak begitu terbuka, dan penari tetap menjaga kesantunanya dalam melakukan tarian," jelasnya.  (Riza M Irfansyah/Galih)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA