Kasus Narkoba Menonjol, Perlu Tindakan Masif

ari Bandung) Ini kabar mencengangkan. Selama 2013, di wilayah hukum Polda Jabar terjadi 1.470 kasus penyalagunaan narkotika (Narkoba). Lebih gilanya lagi, dari jumlah kasus sebanyak itu, melibatkan pelaku 11 anggota polisi, seorang pegawai negeri sipil di

Kasus Narkoba Menonjol, Perlu Tindakan Masif

Oleh : Agus Dinar (Reporter FOKUSJabar.com dari Bandung) Ini kabar mencengangkan. Selama 2013, di wilayah hukum Polda Jabar terjadi 1.470 kasus penyalagunaan narkotika (Narkoba). Lebih gilanya lagi, dari jumlah kasus sebanyak itu, melibatkan pelaku 11 anggota polisi, seorang pegawai negeri sipil di Bandung, dan anggota DPRD di Tasikmalaya. [caption id="attachment_15327" align="aligncenter" width="460"] Ilustrasi[/caption] Artinya, narkoba sudah merambah ke berbagai lini status sosial dan ekonomi masyarakat. Jumlah kasus tersebut, sebagai kumulasi dari jumlah yang terungkap oleh jajaran Polda Jabar. Narkoba boleh jadi seperti fenomena gungung es! Kata lain, bisa jadi masih banyak kejahatan narkoba ini yang belum terungkap. Tantangan bagi jajaran kepolisian. Sudah pasti. Mecermati pernyataan Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan yang menyebutkan terjadi kenaikan pengungkapan kasus narkoba sebanyak 138 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Pengungkapan kasus narkoba ini di wilayah hukum Polda Jabar, cukup menonjol dibandingkan dengan kasus lain, seperti kriminalitas atau kecelakaan lalu lintas. Data di Polda Jabar menunjukan tahun 2013 ini kasus menurun tetapi pengungkapan naik. Kenaikan pengungkapan kasus ini mencapai 138 kasus. Meski kasus menurun, namun kualitas strata pelaku naik. Sebab para penyalahguna narkoba ini, bukan hanya masayarakat biasa, tetapi ada diantaranya anggota polisi, anggota DPRD dan PNS. Ini berarti, mereka yang terlibat sudah tidak lagi berpijak pada keharusan status diri yang menyertainya. Contoh anggota DPRD, yang diutuntut untuk berperilaku sosial menularkan keteladanan. Anggota polisi, dituntut untuk selalu taat hukum disamping sebagai penegak hukum. Kemudian PNS, yang memiliki aturan berdisiplin dan menularkan keteladanan sebagai pegawai pemerintah. Bahkan barang haram yang digunakan atau diperjualbelikanya pun bukan narkotika jenis murah. Menunjuk barang bukti yang ada, yaitu sabu-sabu, heroin, dan jenis lainya. Mereka yang terlibat dengan status sosial seperti itu, sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu anggota DPRD Tasikmalaya adalah IM, AN, dan AT. Kasusnya ditangani Polres Tasikmalaya. Selanjutnya anggota Polres Bogor, Cirebon, Majalengka, dan Polda Jabar berinisial AD, AS, DE, AN, DO, AN, AR, AM, dan FE, menggunakan narkoba jenis sabu. Tersangka berstatus PNS Bandung adalah HE. Mendasar pada status sosial para pelaku, tidak tertutup kemungkinan pada status yang sama dengan nama lain masih ada, dan belum terungkap. Ini patut diwaspadai. Sebab dengan status seperti itu, dipastikan memiliki jejaring yang luas. Maka asumsikan saja, meski para pelaku baik pengguna maupun pengedar sudah dicingkok polisi, jejaring mereka masih beroperasi. Wal hasil di tahun 2014 mendatang kejahatan narkoba ini patut diperangi secara intensif, sistimatis dan masiv.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA