Indonesia klaim punya bukti keterlibatan Benny Wenda di kerusuhan Papua

Wiranto menyatakan Benny Wenda mengatur rencana aksi demonstrasi hingga berujung ricuh

Indonesia klaim punya bukti keterlibatan Benny Wenda di kerusuhan Papua

Pemerintah Indonesia mengklaim memiliki bukti keterlibatan aktivis pro kemerdekaan Papua, Benny Wenda, dalam kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menuding ada konspirasi antara Benny Wenda dengan organisasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

"Itu ada, jadi bukan mengada-ada. Itulah yang kemudian mendorong terjadinya satu demonstrasi yang anarkis. Sudah jelas sekali kok adanya campur tangan luar dan dalam," jelas Wiranto di kantornya pada Jumat.

Selain itu juga dia menyatakan Benny Wenda mengatur rencana aksi demonstrasi hingga berujung ricuh.

"Masalah kapan dilaksanakan demonstrasi, mana yang harus anarkis mana yang tidak. Direncanakan ada lagi yang mengacau perkotaan, ada buktinya," jelas dia.

Namun, Wiranto enggan membeberkan bukti tersebut kepada publik.

"Tidak semua informasi disampaikan ke publik. Aparat keamanan maksimal mendalami itu semua untuk kepentingan stabilitas nasional kita," jelas dia.

Benny Wenda, kata Wiranto, sudah tidak lagi menjadi Warga Negara Indonesia lantaran status kewarganegaraannya hilang karena tidak melaporkan dirinya selama tinggal di luar negeri.

"Sekarang mendapatkan permanent residence dari Pemerintah Inggris dan diangkat menjadi warga kehormatan Kota Oxford, bukan kehormatan Kerajaan Inggris," jelas dia.

Tahun 2004, Benny Wenda mendirikan Free West Papua Campaign di Oxford, Inggris dan International Parlement for West Papua pada 2008 lalu.

Pada 2011 Interpol telah mengeluarkan red notice terhadap Benny Wenda, namun status tersebut pada 2012 telah dicabut oleh interpol atas pertimbangan politis.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA