Hati-Hati... Garut Selatan Rawan Bencana

i Garut) Berbicara Jawa Barat saat musim penghujan semua langsung berpikir waspada bencana, bagaimana tidak selain gempa, banjir, longsor sering menghantui warga. Seperti halnya di sepanjang Jalan Pangalengan Talegong Cisewu Pameungpeuk hingga Cikajang

Hati-Hati... Garut Selatan Rawan Bencana

Oleh: Bambang Fouristian (Reporter FOKUSJabar.com di Garut) Berbicara Jawa Barat saat musim penghujan semua langsung berpikir waspada bencana, bagaimana tidak selain gempa, banjir, longsor sering menghantui warga. Seperti halnya di sepanjang Jalan Pangalengan-Talegong-Cisewu-Pameungpeuk hingga Cikajang Kabupaten Garut yang dinilai rawan longsor, hal itu terlihat dari kondisi tebing yang curam serta labil ditambah adanya alih pungsi lahan. Seperti yang terjadi pada Kamis (11/4), hujan deras yang mengguyur wilayah Garut Selatan beberapa pohon besar tumbang menutupi badan Jalan Raya Pameungpeuk. Hampir dua jam arus lalu-lintas terganggu. Lambannya penanganan dari aparat yang berwenang pun menjadi masalah berikutnya, walaupun masyarakat serta pengguna jalan masih dapat gotong royong dengan alat seadanyamemotong dan menyingkirkan bongkahan pohon dari badan jalan. Itu mungkin hanya kisah yang belum seberapa dibandingkan yang menimpa saudara kita di Cililin, atau di daerah bencana lain yang sampai merenggut nyawa. Selain hal itu mudah-mudahan menjadi ajang perbaikan kedepanya. Karena kisah ponon tumbang di Garut Selatan pun meimpa Ketua DPRD Kabupaten Garut, Ahmad Bajuri saat melintasi wilayah tersebut. Bersama rombongan lainnya dia terpaksa turun tangan ikut membantu membereskan pohon tersebut, disayangkan tidak seorang pun aparat setempat membantu. Begitupun dengan masyarakat disana yang lebih memilih menyaksikan di dalam rumahnya masing-masing. Selain tingkat kerawanan bencana, kondisi infrastruktur yang menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi seakan asal-asalan, seperti pengerjaan jalan hotmix masih sepotong-sepotong, padahal anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit dari APBD Jawa Barat. Hasilnya jalan berlubang dan genangan air menjadi santapan sehari-hari. Bahkan masyarakat dan pengguna jalan menjuluki jalan tersebut sebagai kubangan kerbau, karena selain dalam kubangan itu besar, tentu saja kecelakaan lalu lintas tidak jarang terjadi dilokasi tersebuut. Kondisi itu tentu saja menjadi sebuah PR (Pekerjaan Rumah) bagi Gubernur Jawa Barat. Karena jika dibiarkan khawatir bencana dan kecelakaan Lalin menelan korban jiwa. (JAT)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA