Bartender Tak Selalu di Kelab Malam

Oleh M Jatnika Sadili BANDUNG,FOKUSJABAR.COM Jika kita mengenal bartender identik dengan dunia malam dan kelab malam serta berbagai racikan minuman keras, maka berbeda dengan para bartender di NHI Club. NHI Club bukan nama sebuah kelab malam di Kota Ba

Bartender Tak Selalu di Kelab Malam

Oleh: M Jatnika Sadili BANDUNG,FOKUSJABAR.COM:Jika kita mengenal bartender identik dengan dunia malam dan kelab malam serta berbagai racikan minuman keras, maka berbeda dengan para bartender di NHI Club. NHI Club bukan nama sebuah kelab malam di Kota Bandung, melainkan sebuah komunitas bartender muda yang kerap memamerkan kebolehannya di tempat terbuka. [caption id="attachment_12788" align="aligncenter" width="683"] Jugling oleh Komunitas NHI di Car Free Day Dago. (Foto: M. Jatnika Sadili)[/caption]   Mereka lebih memilih kampus dan tempat keramaian lainnya, seperti di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day ketimbang kelab malam dalam pertunjukannya. "Kami sekedar ngumpul, jugling dan mencoba tampil di keramaian. Itu rutinitas komunitas NHI Club yang sudah berjalan," kata pentolan NHI Club, Irawan Sukma Nugraha. Komunitas tersebut sengaja bermain di keramaian untuk lebih memperkenalkan dunia bartender di masyarakat, terlebih saat ini bartender masih dianggap identik dengan minuman keras serta kehidupan malam yang glamour. "Padahal kan hanya tuntutan lifestyle, dan sebenarnya kegiatan yang dilakukan banyak positifnya juga," jelasnya. Menurutnya, kegiatan bartender cukup unik dan menantang, dimana seorang bartender harus jeli meracik berbagai jenis minuman menjadi satu gelas minuman dengan cita rasa yang dahsyat. "Begitupun dengan kami, tapi bedanya kami memang masih kuliah dan kegiatan ini juga bagian dari tugas. Jadi kami mengejar nilai juga. Paling mixing minuman dan jugling menjadi penilaian tersendiri," tuturnya. Tidak hanya itu, NHI Club juga masih peduli dengan potensi pariwisata yang harus didukung semua orang. Untuk itu NHI Club juga terus berupaya melatih kemampuannya masing-masing, baik dikampus maupun luar. Hal itu dilakukan, sebagai upaya mendukung kemajuan pariwisata terlebih di dunia penyajian minuman. "Kalau jugling, fire jugling itu hanya penghias seorang bartender dalam penyajin minuman," ucapnya. Untuk diketahui, selain harus berpenampilan menarik, rapi, sepan dan bersih, menjadi bartender juga harus memiliki keahlian meracik minuman. "Kalau cuma jugling saja, ya nggak bisa jadi (bartender)," pungkasnya. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA