SK Bupati Sumedang Tentang Limbah, Bertentangan

Tiga industri tekstik, PT Insan Sandang Internusa, PT Kahatex dan PT Five Star Textile dinilai telah merugikan masyarakat di Desa Jelegong, Linggar, Sukamulya dan Bojong Loa. Selain merugikan mencapai Rp11 Trilyun, keberadaannya juga merusak tatanan sosi

SK Bupati Sumedang Tentang Limbah, Bertentangan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tiga industri tekstik, PT Insan Sandang Internusa, PT Kahatex dan PT Five Star Textile dinilai telah merugikan masyarakat di Desa Jelegong, Linggar, Sukamulya dan Bojong Loa. Selain merugikan mencapai Rp11 Trilyun, keberadaannya juga merusak tatanan sosial dan kesehatan. Penasehat hukum penggugat Walhi Jabar terhadap tiga perusahaan, Dhanur Santiko menilai, kerugian itu terjadi karena Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menerbitkan izin pembuangan limbah cair yaitu SK Surat Keputusan Bupati Sumedang nomor 660.31/Kep.509-IPLC tentang izin pembuangan limbah cair ke Sungai Cikijing. "Bahwa objek sengketa (SK Bupati Sumedang) telah bertentangan dengan perundang-undangan pasal 1 angka 9 undang undang nomor 51/2009 tentang peradilan TUN dan pasal 39 PP 82/2001," ujar Dhanur, Selasa (2/2/2016) Dia menambahkan, masing masing objek sengketa dalam penerbitannya tidak berdasarkan perundang-undangan yang berlaku dan kurang yuridis dalam pembuangan limbah. Selain itu, penggugat sebagai organisasi bergerak di bidang lingkungan, mengetahui adanya kerugian dan kerusakan lingkungan hidup setelah adanya laporan verivikasi sengketa pembuangan limbah ke Sungai Cikijing yang dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup tahun 2013. Sebab itu, penggugat meminta penjelasan kepada tiga tergugat untuk memberikan penjelasan kepada publik mengenai dokumen lingkungan yang berkaitan dengan prinsipil pembuangan limbah. "Namun dalam rentan 2013 - 2014, kami tidak melihat ataupun mendengar mengenai masing masing objek sengketa di media cetak, eletronik maupun televisi maupun pemerintah daerah," terangnya. Hasil uji baku mutu air pada permukaan tahun 2009 - 2015 Sungai Cikijing, kriteria pencemaran mulai dari TSS, TDS, BOD, COD melebihi baku mutu dari tahun ketahun dengan fisik air keruh berwarna coklat hingga hitam berbau. "Menurut uji kualitas tanah dan air BPLHD Jawa Barat lahan sawah tercemar limbah industri tekstil. Yaitu keberadaan logam berat tanah sawah harus diwaspadai karena membahayakan kesehatan mahluk hidup," tambahnya. (Adi/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA