Pelajar Harus Bentengi Diri dari Penyalahgunaan Narkoba

Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) kali ini, phak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya mendatangi SMPN 5 sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara, Senin (28 8 2017) kemarin. Hal ini menjadi pemandangan yang berbeda bagi para siswa siswi di s

Pelajar Harus Bentengi Diri dari Penyalahgunaan Narkoba

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) kali ini, phak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya mendatangi SMPN 5 sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara, Senin (28/8/2017) kemarin. Hal ini menjadi  pemandangan yang berbeda bagi para siswa/siswi di sekolah tersebut, karena materi yang disampaikan oleh inspektur berbeda dengan upacara bendera biasanya,  inspektur upacara memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba dan UU ITE kepada pelajar SMP. Jaksa fungsional Kejari Kota Tasikalaya, Janu  Widono. SH memberikan penyuluhan dan pengarahan dampak bahaya jika terlibat menggunakan narkoba dan sanksi hukum tentang UU ITE. Dalam pengarahan tersebut, Janu memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan cara menghindari diri agar tidak terjerat dalam penggunaan narkoba. "Pengarahan yang diberikan ada dua materi, yakni terkait Narkoba dan UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Dengan mengetahui dan memahaminya, diharapkan para pelajar dapat menghindarinya serta menjauhi perbuatan yang dilarang tersebut sehingga bisa terhindar dari hukuman,” kata Janu. Menurutnya, pelajar jangan sampai terbujuk rayuan untuk mendekati apalagi mencicipi narkoba, sebab sekali sudah menggunakan, akan terus mau dan mau lagi sehingga menjadi ketergantungan obat-obat terlarang, karenanya pelajar harus tahu cara menghindari dan menjauhi barang barang haram tersebut. Disamping pengarahan bahaya narkoba, para siswa juga diberikan pengetahuan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Pelajar suka memakai alat komunikasi, jangan disalahgunakan seperti posting gambar-gambar porno, mengedarkan dan menyebarkan serta menggugah foto-foto atau konten-konten yang negatif, karena hal itu melanggar UU ITE dan pasti mendapatkan sanksi bagi pelakunya. "Kita harapkan, pelajar betul-betul menyadari dampak dari penyalahgunaan UU ITE, dengan mengenali hukum akan menjauhkan dari hukuman,” pungkasnya. (Seda/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA