Oknum Wartawan Diduga Peras Seorang Kepsek di Pangandaran

Seorang kepala sekolah di Pangandaran mengalami tindak pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum wartawan. Tak tanggung tanggung oknum wartawan tersebut meminta sejumlah uang sebesar 30 persen dari nominal pekerjaan rehab sekolah. Memang benar, ada re

Oknum Wartawan Diduga Peras Seorang Kepsek di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Seorang kepala sekolah di Pangandaran mengalami tindak pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum wartawan. Tak tanggung-tanggung oknum wartawan tersebut meminta sejumlah uang sebesar 30 persen dari nominal pekerjaan rehab sekolah. "Memang benar, ada rekanan media yang datang pada kami untuk meminta sejumlah uang dengan maksud pengamanan media," ucap Kepesek salah satu SD di Kecamatan Cimerak berinisial S, saat di konfirmasi oleh FOKUSJabar.com, Selasa (17/1/2017). Kepsek itu mengungkapkan, 30 persen yang diminta oleh oknum wartawan tersebut dari jumlah nominal pekerjaan sebesar Rp300 juta untuk pekerjaan rehab sekolah. Bahkan, oknum tersebut meminta dengan kesan memaksa. "Bagaimana Pak, ini teman-teman sudah menanyakan sama saya. Saya terpojok, tidak apa-apa 10 persen juga. Saya kan tidak mau memberi sepeser pun. Karena ini adalah uang negara kepentinganya pun untuk negara," cerita S saat memperagakannya saat keomunikasi dengan pelaku. Akan tetapi lanjut S, oknum wartawan itu terus tidak berhenti untuk meminta. Sehingga kata dia, karena merasa jemu, didesak dan tekanan, dirinya pun terpaksa memberinya Rp5 juta. "Melalui pendamping pelaksana pekerjaan, saya perintahkan untuk memberi sejumlah uang tersebut pada oknum wartawan yang diketahui berinisial N dan I," tambah dia. Dia pun mengaku prihatin dengan adanya perilaku oknum wartawan yang tidak melaksanakan amanah kode etik profesi. Sementara pendamping pelaksana rehab sekolah tersebut, W menerangkan, oknum wartawan itu tidak meminta 30 persen sesuai dengan informasi. Bahkan dirinya hanya memberi sejumlah uang pada oknum wartawan itu Rp3 juta. "Kalau sama kami tidak meminta sejumlah itu. Saya hanya memberi Rp3 juta. Namun saya tidak mengetahui bagaimana sikap pada atasan saya. Saya hanya memberi uang sebesar tadi," pungkasnya. (BOIP/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA