Lima Desa di Cirebon Tergenang Banjir Setinggi 3 Meter

Sebanyak lima desa di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon terkena banjir antara 2,5 sampai 3 meter. Banjir yang terjadi sejak Minggu (1 1 2017) malam membuat seluruh warga mengungsi ke tempat aman. Sampai saat ini belum ada korban mas dan posko kesehata

Lima Desa di Cirebon Tergenang Banjir Setinggi 3 Meter

CIREBON, FOKUSJabar.com: Sebanyak lima desa di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon terkena banjir antara 2,5 sampai 3 meter. Banjir yang terjadi sejak Minggu (1/1/2017) malam membuat seluruh warga mengungsi ke tempat aman. "Sampai saat ini belum ada korban mas dan posko kesehatan sudah kami dirikan sejak banjir semalam," ujar Humas Tagana Kabupaten Cirebon, Deden, Senin (2/1/2017). Dia mengatakan, banjir yang menimpa lima desa di pesisir pantai itu selain imbas dari air Rob, juga disebabkan air kiriman dari sungai Ciuyah Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon. Sebelumnya, sekitar pukul 21.00 WIB banjir terlebih dahulu meredam Desa Ciuyah dan Desa Ambut Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon. Banjir di dua desa tersebut sekitar pukul 23.00 WIB berangsur surut. Tak lama menggenangi dua desa di Kecamatan Waled, air pun kemudian menggenangi lima desa di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon. "Jadi yang paling parah di Kecamatan Gebang mas karena selain dapat kiriman air dari Kecamatan Waled, di lima desa ini juga terkena imbas dari banjir rob di laut Cirebon," sebut Deden. Deden menyebut, lima Desa yang terkena banjir yakni Desa Gebang Udik, Gebang Ilir, Gebang Kulon, Gebang Mekar dan Desa Gebang. Dari 5 desa tersebut, terparah ada di Desa Gebang Udik, yakni di Dusun Lebak tercatat 2 RT terkena banjir parah. " Dari jumlah 4 desa yang terdampak ada 40-50 KK tercatat di kami," sambung Deden. Selain itu, di Dusun Kebuyutan juga tercatat parah. Deden menjelaskan, di Dusun tersebut lokasi pemukiman warga tepat berada di samping sungai besar Kecamatan Gebang. Di Dusun Kebuyutan, Tagana Kabupaten Cirebon mencatat sekira 50-60 KK terkena imbas banjir parah. " Kami masih melakukan pencatatan ulang dan penyisiran ke lokasi banjir sembari memantau kondisi warga yang terkena imbas banjir," pungkas Deden. (Panji/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA