Jelang Pilkada 2018, Wacana Pemilihan Wawali Kembali Bergulir

Setelah sekian lama rencana pengisian kekosongan Wawali Kota Cirebon, saat ini kembali bergulir. Bergulirnya rencana penetapan Wawali Kota Cirebon lantaran tahun 2017 merupakan tahun politik. Kursi Wawali Kota Cirebon mengalami kekosongan sejak dilantikn

Jelang Pilkada 2018, Wacana Pemilihan Wawali Kembali Bergulir

CIREBON, FOKUSJabar.com: Setelah sekian lama rencana pengisian kekosongan Wawali Kota Cirebon, saat ini kembali bergulir. Bergulirnya rencana penetapan Wawali Kota Cirebon lantaran tahun 2017 merupakan tahun politik. Kursi Wawali Kota Cirebon mengalami kekosongan sejak dilantiknya Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, 26 Maret 2016 menggantikan almarhum  Ano Sutrisno. Azis mengatakan, saat ini tahapan proses tersebut kembali dilakukan. Pemberlakuan tahapan pemilihan Wawali menyusul diterbitkannya surat Gubernur Jawa Barat pada November lalu yang menghendaki agar jabatan wakil wali kota harus segera terisi. " Atas dasar itu, panitia pemilihan (panlih) memanggil Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis berikut dengan pimpinan partai politik pengusung pemenangan pasangan Ano-Azis pada 2013 lalu, yakni Demokrat, Golkar dan PPP untuk duduk bersama menentukan batas waktu penyerahan berkas persyaratan dua nama calon wawali untuk diusung dan dipilih," kata Azis, Rabu (18/1/2017). Dia menyebutkan, pada pertemuan tersebut, muncul kesepakatan ketiga pimpinan gabungan partai pengusung. Yakni meminta batas waktu selama dua minggu untuk berkoordinasi dengan pimpinan partai tingkat provinsi atas pengusungan dua nama yang akan diserahkan ke panlih. Meskipun demikian, lanjutnya, batas waktu dua minggu tersebut dinilai terlalu lama oleh wali kota dan sejumlah anggota panlih, tiga pimpinan partai pengsung itu bersepakat menentukan dua minggu untuk menentukan dua nama dan melengkapi berkas persyaratan calon nama wawali. “Sebenarnya kalau tiga pimpinan partai pengusung sudah bersepakat, jangankan satu minggu atau tiga hari, bahkan sore ini (kemarin) pun sudah bisa menyerahkan namanya, dan segerap pemilihan. Saya ingin segera ingin punya pendamping wakil. Karena saya kewalahan menjalankan pemerintahan sendirian,” ujar Azis. Azis yang juga Ketua DPC Demokrat Kota Cirebon itu mengatakan, dirinya tidak ingin jika komunikasi politik yang dibangun tiga partai pengusung itu ada pemaksaan kehendak yang mengakibatkan proses tahapan pemilihan wawali kembali tersendat dengan jangka waktu yang lama. Meskipun menyepakati usulan PPP dan Golkar yang meminta waktu satu hingga dua minggu untuk menentukan kesepakatan keputusan, Azis mengusulkan waktu tiga hari agar proses pengisian jabatan wawali jangan sampai gagal. “Saya minta agar komunikasi lancar dan proses pemilihan wawali yang dipilih 35 anggota DPRD nanti bisa terlaksana, jangan ada pihak-pihak yang memaksakan kehendak. Semuanya harus kembali berpedoman pada aturan perundang-undangan,” ujarnya. (Panji/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA