Gubernur Jabar Mendadak Kunjungi SMAN 5 dan 3 Bandung

Gubernur Jawa Barat secara mendadak mengunjungj SMAN 5 dan 3 Bandung, Kamis (2 2 2017) dalam rangka memastikan kegiatan belajar dan mengajar berjalan lancar meski dalam peralihan pengelolaan dari kota kabupaten ke pemerintah provinsi. Selain itu, kunjun

Gubernur Jabar Mendadak Kunjungi SMAN 5 dan 3 Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Gubernur Jawa Barat secara mendadak mengunjungj SMAN 5 dan 3 Bandung, Kamis (2/2/2017) dalam rangka memastikan kegiatan belajar dan mengajar berjalan lancar meski dalam peralihan pengelolaan dari kota/kabupaten ke pemerintah provinsi. Selain itu, kunjungan orang nomor satu di Jawa Barat itu juga untuk mengetahui berbagai masalah yang ada ditingkatan SMA dengan cara mendengarkan langsung baik dari kepala sekola, guru dan siswa. Aher mengatakan, kunjungannya itu secara mendadak bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, pihaknya melihat langsung kondisi SMA/SMK agar tahu kondisi yang sebenarnya dan juga menerima aspirasi dari siswa hingga kepala sekolah. "Dari hasil kunjungan, memang kegiatan belajar siswa tidak terganggu semuanya masih berjalan normal, meskipun dalam masa perilahan pengelolaan ," kata Aher. Aher menjelaskan, peralihan pengelolaan pendidikan bisa dikatakan cepat pasalanya perlihan itu dari 31 Desemeber 2016 masih di pemeritahan kota/kabupaten dan begitu menginjak 1 Januari 2017 beralih ke pemerintah provinsi, sehingga memang masih ada administrasi guru yang tercecer dan perlu segera diselesaikan. "Urusan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu, hanya saja urusan adimistrasi pegawai yang menjadi kendala pada penggajian pegawai sebanyak 28 ribu menjadi PNS Provinsi Jawa Barat," katanya. Kendati demikian, gaji pegawai/guru SMA tidak ada masalah karena sudah dibayar tepat waktu mulai Febuari tahun ini, namun masih tetap harus ada penyelesaian terkait administrasi, karena urusan aset sudah selesai peralihan menjadi aset Provisni Jawa Barat terutama untuk aset bangunan kegiatan belajar mengajar. "Karena saya sudah mewanti-wanti dari awal,  dalam proses peralihan kegiatan belajar mengajar jangan terganggung, hasilnya Alhamdullilah siswa masih bisa belajar di sekolah dengan lancar tidak ada kendala," katanya. Menurut Aher, dirinya bersama Dinas Pendidikan akan terus melanjutkan kunjungan ke sekolah SMA dan SMK yang menjadi kewenangan Provinsi Jawa Barat, dalam setiap kunjungan kerjanya ke kota/kabupaten. "Jadi saya akan mengunjung sekolah lainnya yang ada di kota/kabupaten karena akan ada perbedaan kondisi sekolah di setiap daerah," ucap Aher. Terkait pemerataan SMA/SMK di Jawa Barat, Aher menjelaskan, sudah menyiapkan program untuk pemerataan kualitas pendidikan, yaitu dengan program guru magang dan melakukan rotasi guru yang sudah berprestasi menjadi kepala sekolah di sekolah yang berada di daerah yang kualitasnya masih kurang baik. "Jadi targetnya adalah tidak ada istilah lagi sekolah-sekolah favorit, saya ingin seluruh sekolah yang ada di Jawa Barat ini sama favorit terutma untuk kualitas pendidikannya," ujar Aher. Selain itu pihaknua juga sudah siap menjalankan Ujian Nasional Basis Komputer (UNBK) tahun 2017 meskipun pemerintah provinsi baru beberapa bulan menangani SMA, bahkan di Jawa Barat sudah ada sekitar 85% SMA/SMA yang siap menjalankan UNBK tahun ini. "Tahun ini sekolah yang siap melakukan UNBK meningkat dari tahun sebelumnya. Bahkan dari segi sarananya juga sudah siap terutama dari pengadaan komputer. Bahkan dari laporan sudah ada sekolah yang siap 100%," tutur Aher. (AS/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA