Distan Kota Banjar Buat Tim Pemeriksaan Hewan Kurban

Menjelang hari raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kota Banjar mewaspadai sejumlah penyakit yang menyerang hewan kurban. Sebagai antisipasi, petugas berencana melakukan inspeksi di beberapa tempat penyembelihan hewan kurban yang

Distan Kota Banjar Buat Tim Pemeriksaan Hewan Kurban

BANJAR, FOKUSJabar.com: Menjelang hari raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kota Banjar mewaspadai sejumlah penyakit yang menyerang hewan kurban. Sebagai antisipasi, petugas berencana melakukan inspeksi di beberapa tempat penyembelihan hewan kurban yang ada di Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat. "Penyakit yang perlu diwaspadai pada hewan kurban adalah kemungkinan ditemukannya cacing hati. Namun demikian, kami tidak membatasi akan kemungkinan ditemukannya jenis gangguan lain yang menjangkiti daging kurban. Oleh karena itu pada tangal 24 September nanti petugas pemeriksaan hewan qurban kami sebar, perkecamatan ada 6 petugas yang kami sebar untuk memeriksa daging qurban," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir. H. Ojat Sudrajat didampingi Kabid Peternakan dan Perikanan Distan Kota Banjar, Ir. Ngadimin, Selasa (15/9/2015). Ngadimin menambahkan, tim pemeriksa hewan kurban dari petugas peternakan yang ada di Distan sudah dibentuk. "Pemeriksaan hewan qurban sudah mulai dilakukan oleh tim. Keberadaan tim tentu membantu masyarakat menyediakan hewan kurban yang memenuhi syarat layak tidaknya untuk disembelih, baik umur maupun kondisi kesehatannya," terang dia. Dijelaskan Ngadimin, ada beberapa hal yang akan dicek oleh tim tersebut. Diantaranya administrasi hewan yaitu untuk mengetahui asal usul hewan ternak itu berasal. Lalu pemeriksaan kesehatan hewan dan kelaikan daging hewan yang akan dijual. "Bila hasil pemeriksaan hewan layak sembelih, maka kami beri tanda berupa cap pada sapi dan kambingnya. Ini sudah menjadi tugas rutin setiap tahun, khususnya pada saat menjelang hari besar keagamaan Idul Adha," ujarnya. [caption id="attachment_164256" align="aligncenter" width="735"] Petugas kesehatan ternak mengecek beberapa kambing kurban menjelang Idul Adha 1435 Hijriah (mataairradio)[/caption] Hewan kurban yang menjadi perhatian dari tim adalah sapi yang beli dadakan dilakukan pedagang. Namun hingga saat ini, timnya belum menemukan hewan kurban yang dicurigai berpenyakit, maupun di bawah umur yang dipersiapkan untuk kurban. Sedangkan stok hewan kurban tercatat sampai hari ini tercatat, sapi berjumlah 500 ekor dan Kambing 160 ekor. "30 persen hasil penggemukan di Banjar, 50 persen berasal dari Jateng diantaranya Blitar dan Sragen, serta selebihnya 20 persen sapi beli dadakan untuk memenuhi kebutuhan penjualan hewan kurban," jelasnya. Menurut Ngadimin, jumlah pembeli hewan kurban sapi diprediksi akan mengalami peningkatan dibandingkan kambing. Pasalnya, selisih harga kedua hewan ternak tersebut tidak terpaut jauh, bahkan dihitung berat dagingnya lebih banyak sapi. Dicontohkannya, satu harga kambing yang layak kurban harganya Rp2,8 juta. Sedangkan sapi dipatok Rp15 juta perekornya. (Risal/Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA