Diduga Milik Oknum Pejabat, Warga Desa Lembang Garut Tolak Pembangunan Bak Penampung Air Bersih

Pembangunan penampungan air di wilayah Sinapel yang bersumber dari Sungai Ciharus oleh oknum pejabat Pemerintah Kabupaten Garut mendapat penolakan dari ratusan Warga Desa Lembang, Kecamatan Leles. Sumber mata air Ciharus mengairi kebutuhan air bersih unt

Diduga Milik Oknum Pejabat, Warga Desa Lembang Garut Tolak Pembangunan Bak Penampung Air Bersih

GARUT, FOKUSJabar.com : Pembangunan penampungan air di wilayah Sinapel yang bersumber dari Sungai Ciharus oleh oknum pejabat Pemerintah Kabupaten Garut mendapat penolakan dari ratusan Warga Desa Lembang, Kecamatan Leles. Sumber mata air Ciharus mengairi kebutuhan air bersih untuk 8 desa yang berada di Kecamatan Leles dan Kecamatan Kadungora. Dengan dibangunnya penampungan air tersebut, masyarakat disana takut air bersih tersebut tidak bisa dinikmati lagi. Soalnya, air tersebut oleh oknum pejabat tersebut akan di gunakan untuk tambang pasir milik pribadi. Berdasarkan pantauan, lebih dari 200 warga, pada Senin (18/9/2017) mendatangi kantor Desa Lembang. Mereka menuntut untuk segera menghentikan pembangunan penampungan air tersebut. "Masa pejabat yang mestinya membela masyarakat kini malah menguasai air bersih. Terlebih aliran airnya untuk kepentingan tambang pasir," ujar warga sambil berteriak. Selain menolak keberadaan penampungan air bersih, mereka juga menuding dalam pembangunannya tidak ada perizinan lengkap. Karena tidak ada resfon positif dari pihak pemerintah, ratusan warga langsung menuju bak penampungan air bersih yang berada di saluran Ciharus. Meraka langsung melakukan pembongkaran bangunan. Ketua Forum Mitra Cai 8 Desa, H. Dani, menilai pembangunan bak penampungan air Sinapel, yang sumber mata airnya dari sungai Ciharus, akan berdampak buruk bagi warga. Yang mana sumber mata air tersebut, biasanya mengairi lahan pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga yang berada di 8 Desa. Desa yang bisa menikmati air bersih dari Sungai Ciharus, diantaranya, Desa Lembang, Desa Rancasalak, Desa Cipancar, Desa Jangkurang, Desa Mandalasari, Desa Hegarsari, Desa Kandang Mukti dan Desa Talaga Sari. Ke delapan desa tersebut mengandalkan sumber mata air sungai Ciharus tersebut. "Kami menolak pembangunan bak penampungan tersebut, lantaran bisa merugikan masyarakat banyak. Terlebih saat musim kemarau panjang," singkatnya. (Andian/Bam's)  

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA