Ciamis Awasi Hewan Kurban Asal Purwakarta dan Boyolali

CIAMIS, FOKUSjabar.com Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Ciamis mewaspadai hewan kurban kiriman dari Purwakarta dan Boyolali karena terindikasi berpenyakit antraks. Dengan kekurangan kebutuhan sapi di Kabupaten Ciamis maka tidak bisa dihindari

Ciamis Awasi Hewan Kurban Asal Purwakarta dan Boyolali

CIAMIS, FOKUSjabar.com : Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Ciamis mewaspadai hewan kurban kiriman dari Purwakarta dan Boyolali karena terindikasi berpenyakit antraks. Dengan kekurangan kebutuhan sapi di Kabupaten Ciamis maka tidak bisa dihindari datangnya sapi dari wilayah lain terutama dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kebutuhan sapi di Ciamis mencapai 3.352 ekor kemudian di Ciamis tersedia hanya 2.800 ekor dan sapi yang masuk dari luar Jawa Barat mencapai 1.441. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Sutriaman menjelaskan, pihaknya akan memerikasa semua hewan ternak yang ada di Ciamis baik yang dari peternak Ciamis sendiri atapun terbak yang datang dari luar Ciamis. "Memang kami mengkhawatirkan hewan ternak yang berasal dari Boyolali dan Purwakarta karena diindikasi terkena antraks, tapi tetap hewan dari peternak Ciamis juga kami periksa kesehatannya," ujar dia. Kemudian kebutuhan kambing di Ciamis 1.003 yang tersedia mencapai 13.682 kambing yang masih dari luar Jawa Barat 3.048 dan dari Ciamis dijual ke luar Jawa Barat 15.724. Untuk kebutuhan domba 4.664 yang tersdia di Ciamis 19.838 yang masuk ke Ciamis 4.064 dan yang keluar dari Ciamis ke Jawa Barat 19.238 ekor. "Pemerikasaan hewan ternak ini kami sudah kami lakukan jauh-jauh hari sebelum menjelang kurban," ucapnya. Kata Sutriaman, pihaknya melakukan pemerikasaan bukan hanya hewan ketika hidup tetapi sampai hewan kurban itu di sembelih. "Bukan hanya itu kami juga akan memnatau pendistribuasi daging kurban ke masyarakat, karena dari kemasan daging itu juga harus yang sehat," ucap dia. Kemudian penyakit yang sedang menderita oleh hewan kurban belakangan ini rata-rata influenza dan penyakit ringan lainnya. Itu masih bisa diantisipasi serta tidak menular pada manusia. (AA/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA