Buang Sampah ke TPA Sarimukti, Pemkot Bandung Anggarkan Rp125 Milyar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah menganggarkan ulang untuk pembayaran retribusi pembuangan sampah atau tipping fee ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Mulai Januari 2017, tipping fee ke TPA Sarimukti naik menjadi Rp50 ribu per ton dari sebel

Buang Sampah ke TPA Sarimukti, Pemkot Bandung Anggarkan Rp125 Milyar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah menganggarkan ulang untuk pembayaran retribusi pembuangan sampah atau tipping fee ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Mulai Januari 2017, tipping fee ke TPA Sarimukti naik menjadi Rp50 ribu per ton dari sebelumnya Rp29 ribu per ton. Untuk kebutuhan tersebut, Pemkot sudah mengalokasikan Rp‎125 miliyar, terjadi kenaikan Rp20 milyar dibanding tahun 2016 yang dialokaiskan Rp105 milyar. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Yossi Irianto mengakui jika pada draft Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017, pihaknya sudah menganggarkan pembayaran tipping fee dengan asumsi kenaikan yang tidak terlalu signifikan. Namun dengan kenaikan tipping fee yang mencapai hampir 100 persen, pihaknya pun harus menganggarkan ulang di APBD 2017. "Jadi kita akan rapatkan ini dengan Badan Anggaran DPRD secepatnya sehingga bisa terakomodasi di APBD tahun ini. Skemanya, kita akan geser-geser pos lain untuk hal yang prioritas. Dan masalah sampah ini saya pikir merupakan hal yang prioritas dari sektor kebersihan. Jangan sampai kontrak kerjasama diperpanjang, tapi justru terhenti karena kita tidak mampu dari sisi biaya," ujar ‎Yossi saat ditemui di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Jalan Sadang Tengah, Sadang Serang Kota Bandung, Kamis (2/2/2017). ‎Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung, Deni Nurdiyana menambahkan, selain membayar tipping fee, Kota Bandung pun harus membayar retribusi lain untuk pembuangan sampahnya ke TPA Sarimukti. Yakni biaya kompensasi dampak negatif (KDN) serta kompensasi jasa pelayan (KJP). "Jadi selain membayar tipping fee sebesar Rp50 ribu per ton, kita pun harus membayar KDN sebesar Rp15 ribu per truk sampah bagi tiga desa yang terlewati dan KJP sebesar Rp4500 per ton sampah yang dibuang. Dan besaran KDN serta KJP ini pun naik dibanding tahun lalu yang hanya Rp10 ribu per truk untuk KDN serta Rp3500 per ton sampah untuk KJP," ‎tambah Deni. Untuk itu, pembiayaan pembuangan sampah dari sisi anggaran pun ‎mengalami peningkatan. Pada tahun 2016, dialokasikan anggaran untuk operasional sektor kebersihan dan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti sebesar Rp105 milyar. "Untuk tahun ini, kita alokasikan sebesar Rp125 milyar. Dengan rincian, Rp100 milyar untuk operasional dan Rp25 milyar untuk pembayaran tipping fee, KDN serta KJP," tuturnya. Untuk anggaran tersebut, lanjut Deni, dialokasikan di DLHK Kota Bandung sesuai dengan perubahan SOTK baru. ‎Meski sudah dianggarkan mencapai Rp25 milyar setahun, pihaknya pun khawatir jika anggaran tersebut tidak bisa menutupi untuk biaya pembuangan sampah ke TPA Sarimukti. "Selain tipping fee yang dibayarkan ke pengelola TPA Sarimukti, lalu KDN ke tiga desa serta KJP ke Pemkab Bandung Barat, kenyataan di lapangan suka ada oknum yang menarik retribusi. Dan kita rata-rata membuang sampah ke TPA Sarimukti sekitar 12 ribu ton per hari. Jadi karena biaya untuk pengolahan sampah ini mahal, kita minta setiap masyarakat harus ikut membantu. Salahsatunya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan ikut memilah sampah," tegasnya (Ageng/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA