Tuntun PM Malaysia Lengser, Ribuan Demonstran Padati Kuala Lumpur

Ribuan demonstran berkaus kuning memadati pusat kota Kuala Lumpur Malaysia, Sabtu (19 11 2016). Para demonstran berunjuk rasa menuntut Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mundur, terkait dugaan skandal korupsi yang menimpanya sejak tahun 2015. Aksi unju

Tuntun PM Malaysia Lengser, Ribuan Demonstran Padati Kuala Lumpur

MALAYSIA, FOKUSJabar.com : Ribuan demonstran berkaus kuning memadati pusat kota Kuala Lumpur Malaysia, Sabtu (19/11/2016). Para demonstran berunjuk rasa menuntut Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mundur, terkait dugaan skandal korupsi yang menimpanya sejak tahun 2015. Aksi unjuk rasa tersebut dipelopori kelompok Gerakan Bersih yang bercirikan kaus kuning. Kelompok Gerakan Bersih sendiri merupakan kelompok reformis yang menuntut sistem pemilihan umum dan birokrasi pemerintah yang bersih dan jauh dari korupsi. Para demonstran mulai memadati Kuala Lumpur sejak pukul 08.00 pagi waktu setempat. Kepolisian Malaysia telah bersiaga, sekitar enam truk pengakut pasukan satuan pengamanan federal Malaysia telah berjaga di titik-titik lokasi kemungkinan berkumpulnya massa, seperti dilansir CNN, Sabtu (19/11/2016). Baca juga : Jelang Aksi Demonstrasi, PM Malaysia Peringatkan Warga Tidak Anarkis Salah satu demonstran gerakan Bersih Derek Wong (38) menyatakan, dalam aksi demontrasi damai tersebut para demonstran menuntut Najib lengser dari jabatannya dan diadili. Derek juga menginginkan pemilu dan pemerintahan yang bersih. "Kami ingin pemerintahan yang bersih. kami ingin pemilu yang adil," kata Derek. "Sebagai warga negara, kami ada di sini, hari ini secara damai memutuskan masa depan negara. Kami berharap melihat Najib diganti dan diadili di pengadilan," tambahnya. Sementara itu seorang pengamat politik dari Institut Penang Malaysia Wong Chin Huat mengatakan bahwa unjuk rasa kali ini diperkirakan akan jauh lebih beragam. "Gerakan Bersih akan memainkan peran sebagai platform penuntut perubahan di Malaysia. Gerakan protes ini menjadi bagian penting dalam memperkuat koalisi sosial anti-pemerintahan Najib." kata Wong. Namun aksi demonstrasi kali ini juga diduga akan berjalan rusuh. Pasalnya, Organisasi Persatuan Melayu atau United Malays National Organisation (UMNO) yang bercirikan kaus merah dan merupakan kelompok sayap kanan pendukung Najib, mendesak akan turun ke jalan menghadapi para demonstran tersebut. [caption id="attachment_241966" align="aligncenter" width="620"] Kelompok Kaus Merah, loyalis pemerintahan Najib, ikut turun ke jalan untuk menghadapi para pemrotes. Foto: AFP / Mohd RASFAN[/caption] Bahkan Pemipin UMNO Jamal Yunos, dianggap memprovokasi situasi menjelang demo. "Apapun bisa terjadi saat unjuk rasa nanti, termasuk aksi kekerasan," kata Jamal. UMNO di Malaysia secara luas dianggap sebagai preman yang disewa untuk menekan segala bentuk protes terhadap Najib dan skandal korupsi yang menimpanya. Di tengah ribuan massa yang menuntut dirinya untuk mundur, Najib saat ini sedang berada di Peru untuk menghadiri konferensi pemimpin Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Sebagai info, tahun 2015 lalu muncul laporan media yang menyebutkan bahwa Najib telah menggelapkan dana lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) ke rekening pribadinya sebesar hampir US$700 juta dolar atau sekitar Rp 930 trilyun. Tudingan yang berujung penyelidikan di berbagai negara tersebut kian memicu aksi protes masyarakat Malaysia yang menginginkan Najib lengser. (Agung/Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA