Taksi Uber Washington DC Prihatin Atas Razia Taksi Uber di Indonesia

Perkembangan Taksi Uber di Washington DC, Amerika Serikat, kini semakin diminati masyarakat setempat. Para pengusaha sekaligus pemilik taksi Uber di Washington DC merasa terbantu dari sisi penghasilan tambahan. Terdapat 50 pengemudi atau pengusaha Uber d

Taksi Uber Washington DC Prihatin Atas Razia Taksi Uber di Indonesia

FOKUSJabar.com: Perkembangan Taksi Uber di Washington DC, Amerika Serikat, kini semakin diminati masyarakat setempat. Para pengusaha sekaligus pemilik taksi Uber di Washington DC merasa terbantu dari sisi penghasilan tambahan. Terdapat 50 pengemudi atau pengusaha Uber di Washington DC. Dan mereka merasa prihatin kepada Indonesia atas tindakan pemerintahnya yang merazia para pengemudi taksi Uber. "Mereka mendengar dan membaca berita mengenai razia ini, dan mereka mengaku sedih dan prihatin atas razia yang dilakukan terhadap saudara-saudara mereka, sesama pengusaha Uber di Tanah Air," tutur Karlina, salah seorang reporte Voice of America (VOA) kepada PRFM, Senin (21/9/2015). [caption id="attachment_165985" align="aligncenter" width="735"] 50 pengemudi atau pengusaha Uber di Washington DC merasa prihatin kepada Indonesia atas tindakan pemerintahnya yang merazia para pengemudi taksi Uber (web)[/caption] Sebagaimana diketahui, Taksi Uber merupakan penyedia layanan berupa jasa yang telah berkembang di 58 negara, termasuk Indonesia dan 300 kota, termasuk Bandung dan Jakarta. Tetapi, keberadaan taksi Uber melanggar sejumlah peraturan di Indoensia. Karenanya, Polda Metro Jaya sempat melakukan razia taksi Uber beberapa waktu lalu. Berbeda dengan kondisi kendaraan taksi pada umumnya, taksi Uber memiliki kapasitas yang lebih besar. Bagi sejumlah pengendara, hal tersebut membawa keuntungan sendiri. Selain itu, masyarakat yang memilih menggunakan taksi Uber mengaku merasa lebih aman dan nyaman. Karlina menyebutkan bahwa penumpang pun tidak perlu menunggu lama karena taksi Uber biasanya akan datang sekitar 10 menit setelah "dipesan". Karlina juga menuturkan, masyarakat Indonesia, pengemudi atau pengusaha taksi Uber di Washington DC berharap pemerintah tidak melakukan razia lagi dan membiarkan masyarakat mencari penghasilan tambahan mereka. "Kalau bisa hentikan razia-razia semacam itu terhadap pengemudi Uber, biarkan mereka mencari penghidupan tambahan di Jakarta maupun Bandung. Pemerintah juga diharapkan oleh pengemudi Uber di sini memiliki solusi terhadap masalah legalitas Uber di Indonesia," pungkasnya. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA