Serangan Udara Suriah, 26 Korban Tewas Mayoritas Anak-anak

Serangan udara Suriah dan Rusia menewaskan sedikitnya 26 orang, mayoritas koban adalah anak anak di sebuah desa di Provinsi Suriah yang dikuasai pemberontak Idlib, Rabu (26 10 2016). Melansir Reuters, Kamis (27 10 2016), jaringan pertahanan sipil yang b

Serangan Udara Suriah, 26 Korban Tewas Mayoritas Anak-anak

SURIAH, FOKUSJabar.com : Serangan udara Suriah dan Rusia menewaskan sedikitnya 26 orang, mayoritas koban adalah anak-anak di sebuah desa di Provinsi Suriah yang dikuasai pemberontak Idlib, Rabu (26/10/2016). Melansir Reuters, Kamis (27/10/2016), jaringan pertahanan sipil yang beroperasi di wilayah yang dikuasai pemberontak di Suriah, mengatakan, 20 korban tewas dalam serangan tersebut adalah anak-anak. [caption id="attachment_238516" align="aligncenter" width="702"] Sekolah di Haas Suriah menjadi target serangan udara. Sumber: Google[/caption] "Ini mengerikan, saya berharap kami tidak terlibat, mudah bagi saya untuk mengatakan tidak, tapi saya orang yang bertanggungjawab, jadi saya perlu melihat apa yang departemen pertahanan katakan," kata Vitaly Churkin, Duta Besar Rusia untuk PBB. Namun Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan, pesawat-pesawat tempur telah menyerang beberapa lokasi di Haas termasuk sebuah sekolah dasar dan menengah, menewaskan sedikitnya satu guru dan anak-anak, meskipun itu memberi tol lebih rendah dari 15 anak-anak tewas. Sebuah laporan di TV Suriah mengutip sumber dari militer Suriah mengatakan, sejumlah militan tewas ketika serangan udara menggepur Haas, tapi tidak menyebutkan mereka menyerang sekolah. "Jika disengaja, itu adalah kejahatan perang," kata Anthony Lake, Kepala Agensi Anak PBB (UNICEF). "Kekejaman terbaru ini mungkin serangan paling mematikan pada sekolah sejak perang yang dimulai lebih dari lima tahun yang lalu," kata Lake dalam sebuah pernyataan. Idlib adalah daerah penduduk terbesar dikuasai oleh pemberontak Houthi yang berada di barat laut Suriah dekat kota Aleppo. (Agung/Yun)  

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA