Penyerbuan Salah Sasaran Tewaskan 14 Warga Sipil

Sedikitnya 16 orang tewas dalam serangan mematikan di sebuah resort Ivory Coast Beach, Gran Basam Pantai Gading Afrika. Dilaporkan oleh sumber diplomatik di sana kemungkinan yang menjadi target penyerangan adalah kelompok delegasi AS yang dipimpin Asist

Penyerbuan Salah Sasaran Tewaskan 14 Warga Sipil

AFRIKA, FOKUSJabar.com : Sedikitnya 16 orang tewas dalam serangan mematikan di sebuah resort Ivory Coast Beach, Gran Basam Pantai Gading Afrika. Dilaporkan oleh sumber diplomatik di sana kemungkinan yang menjadi target penyerangan adalah kelompok delegasi AS yang dipimpin Asisten Menteri Sekretaris Perdagangan AS, Marcus Jadotte, kemudian beberapa dari Universitas Florida AS, serta beberapa pejabat Kedutaan Abdijan. Delegasi itu seharusnya tiba di tempat terjadinya insiden Etoile Du Sud Hotel, namun karena ada sesuatu hal mereka belum sampai ketika terjadi serangan sehingga dilaporkan para delegasi semuanya selamat. Menurut situs monitoring jihad yang dikutip dari Associated Press, penyerangan tersebut dilakukan oleh Ansar Dine, atau "pembela iman," terkait dengan Al Qaeda di Maghreb Islam yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan itu, Kedutaan Besar AS di Pantai Gading menginstruksikan semua orang Amerika untuk "berlindung di tempat." Sementara itu menurut informasi kepresidenan Alassane Ouattara, serangan itu menewaskan 14 warga sipil dan dua tentara pasukan khusus yang mati, serta enam orang penyerang, Para penyerang, yang "bersenjata dan mengenakan balaclava, menembaki para tamu di Etoile du Sud, sebuah hotel besar yang penuh ekspatriat di gelombang panas saat ini," kata seorang saksi mata. Menurut saksi mata yang lain Marcel Guy mengatakan, dirinya melihat setidaknya empat orang bersenjatakan Kalashnikov. Ketika itu ia sedang berenang dan melihat salah satu dari mereka mendekati dua anak, dan berbicara dalam bahasa Arab. Satu anak berlutut dan berdoa, anak lainnya ditembak mati. "Kami tidak tahu dari mana mereka berasal, dan kami tidak tahu ke mana mereka sudah pergi," kata Jacques Able sang pemilik hotel. (HW/Yun)  

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA