Pemimpin Dunia Kecam Bom Bunuh Diri Pakistan

Aksi bom bunuh diri di Lahore, Pakistan, yang terjadi pada Minggu (27 3 2016) lalu mendapat kecaman dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Amerika Serikat mengecam keras serangan teroris mengerikan di Lahore, Pakistan. Aksi pengecut ini terjad

Pemimpin Dunia Kecam Bom Bunuh Diri Pakistan

PAKISTAN, FOKUSJabar.com: Aksi bom bunuh diri di Lahore, Pakistan, yang terjadi pada Minggu (27/3/2016) lalu mendapat kecaman dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. "Amerika Serikat mengecam keras serangan teroris mengerikan di Lahore, Pakistan. Aksi pengecut ini terjadi di taman yang indah dan tenang dan menewaskan puluhan warga sipil tak bersalah dan yang lainnya terluka," ujar Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat, Ned Price, Selasa (29/3/2016) seperti dilansir dari Cnn. Bom bunuh diri tersebut menewaskan setidaknya 69 orang yang terjadi di arena parkir taman hiburan Gulshan-e-Iqbal Park, Lahore, dimana disana umat Kristen merayakan Paskah. "Kami menyampaikan belasungkawa terdalam bagi orang terkasih korban yang tewas, juga mengirimkan doa bagi yang terluka dalam ledakan tersebut," ucap Price melalui pernyataan yang dilansir dalam situs resmi Gedung Putih. Dalam pernyataannya, Price juga mengatakan bahwa AS akan terus bekerja sama dengan Pakistan untuk membasmi terorisme. Tidak hanya itu, Perdana Menteri India, Narendra Modi, juga menyampaikan belasungkawa sekaligus mengecam keras serangan bom bunuh diri itu. "Saya mendengar kabar tentang ledakan di Lahore. Saya mengecam keras. Belasungkawa saya bagi keluarga yang ditinggalkan dan doa bagi yang terluka," ujar Modi melalui akun Twitter resmia @PMOIndia. Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, juga mengatakan hal serupa. "Ketika semua umat Kristen merayakan Paskah, serangan teroris mengejutkan di Lahore, Pakistan, mengingatkan kita bahwa terorisme adalah ancaman global," ucapnya seperti dilansir dari CNN. Tidak ketinggalan, Presiden Indonesia Joko Widodo juga mengucapkan bela sungkawanya. (Vina)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA