Pangeran Salman Dituduh Sebagai Biang Tragedi Mina

Pangeran Arab Saudi Mohammad bin Salman Al Saud dituduh sebagai biang terjadinya tragedi Mina yang menewaskan 717 jamaah haji pada Kamis 24 September 2015 kemarin. Sang pangeran dilaporkan datang secara berkonvoi dan menerobos masuk diantara para peziara

Pangeran Salman Dituduh Sebagai Biang Tragedi Mina

RIYADH, FOKUSJabar.com: Pangeran Arab Saudi Mohammad bin Salman Al Saud dituduh sebagai biang terjadinya tragedi Mina yang menewaskan 717 jamaah haji pada Kamis 24 September 2015 kemarin. Sang pangeran dilaporkan datang secara berkonvoi dan menerobos masuk diantara para peziarah yang sedang bergerak maju. Kehadiran Putra Raja Salman itu pun dituding menjadi akibat kisruhnya barisan rombongan calon haji yang akan melempar jumrah. “Konvoi dari Mohammad bin Salman Al Saud, anak raja dan putra wakil putra mahkota Arab Saudi yang beranggotakan 350 personel keamanan, melaju menembus kerumunan jamaah yang bergerak ke arah lokasi lempar jumrah dan menyebabkan kepanikan pada jutaan jamaah yang bergerak ke arah yang berlawanan, sehingga menyebabkan tragedi,” demikian ditulis beberapa media Arab yang dilansir oleh Fars News Agency, Jumat (25/9/2015), seperti dikutip Okezone. [caption id="attachment_167425" align="aligncenter" width="735"] Pangeran Salam yang datang dengan konvoi besar menjadi penyebab terjadinya insiden Mina (vocatif)[/caption] Tuduhan itu ternyata menjadi tekanan tersendiri bagi Pemerintah Kota Makkah. Mereka pun memutuskan untuk menjauhi kasus mengenai Tragedi Mina ini dan melimpahkan keputusannya kepada Raja Salman. Meski belum ada kepastian tentang benar atau tidaknya dugaan tersebut, namun pengamat punya penilaian lain. Mereka menilai kedatangan pangeran Salman menyebabkan dua jalan yang seharusnya digunakan untuk menuju lokasi lempar jumrah ditutup. Saksi mata membenarkan adanya penutupan dua jalan utama menuju ke lokasi lempar jumrah yang dilakukan petugas keamanan Arab Saudi sebelum salah satu ritual haji itu dilakukan. Penutupan itu bahkan dilakukan terhadap semua jalan ke lokasi setelah tragedi yang menewaskan 717 jemaah terjadi. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA