Jelang Aksi Demonstrasi, PM Malaysia Peringatkan Warga Tidak Anarkis

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak memperingatkan warga Malaysia bahwa kekerasan saat demonstrasi tidak akan ditoleransi. Peringatan tersebut muncul seiring dengan unjuk rasa besar besaran yang diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan ini di Malaysi

Jelang Aksi Demonstrasi, PM Malaysia Peringatkan Warga Tidak Anarkis

MALAYSIA, FOKUSJabar.com : Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak memperingatkan warga Malaysia bahwa kekerasan saat demonstrasi tidak akan ditoleransi. Peringatan tersebut muncul seiring dengan unjuk rasa besar-besaran yang diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan ini di Malaysia, seperti Dilansir CNN, Jumat (18/11/2016). Saat diwawancar Kantor Berita setempat, Najib menyatakan kekerasan bukan budaya Malaysia. "Kalian semua tidak boleh menimbulkan segala jenis bentrokan fisik sama sekali. Kekerasan tidak baik dan bukan bagian dari budaya Malaysia," kata Najib. Sebelumnya, mendorong para pendukungnya beserta masyarakat untuk berkumpul di Kuala Lumpur dan mengenakan kaus warna kuning yang menjadi ciri khas mereka, pada Sabtu pekan ini. Para demonstran anti-pemerintah akan turun ke jalan menuntut pengunduran diri Najib sebagai Perdana Menteri yang diduga terlibat skandal korupsi. Di sisi lain, Organisasi Persatuan Melayu (United Malays National Organisation) yang merupakan kelompok sayap kanan pendukung Najib juga mendesak akan turun ke jalan untuk menghadapi para demonstran tersebut. Pemimpin Organisasi Persatuan Melayu, Jamal Yunos menyatakan, kemungkinan terjadi kekerasan bisa saja terjadi saat berunjuk rasa. "Apapun bisa terjadi saat unjuk rasa nanti, termasuk aksi kekerasan," kata Jamal. Organisasi Persatuan Melayu di Malaysia dianggap sebagai preman yang disewa untuk menekan segala bentuk protes terhadap Najib dan skandal korupsi yang menimpanya. Aksi unjuk rasa yang diprediksi terjadi akhir pekan ini, akan menjadi puncak dari aksi demonstrasi selama tujuh minggu terakhir, sebagai respons warga terhadap dugaan korupsi yang dilakukan Najib. Seperti diketahui, tahun 2015 lalu muncul laporan media yang menyebutkan bahwa Najib telah menggelapkan dana lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad atau 1MDB ke rekening pribadinya sebesar hampir US$700 juta dolar atau sekitar Rp 930 trilyun. Tudingan yang berujung penyelidikan di berbagai negara tersebut kian memicu aksi protes masyarakat Malaysia yang menginginkan Najib lengser. (Agung/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA