Google Sudah Siap Hadapi Lompatan Waktu

Satu detik terdengar begitu sederhana, namun tentu akan menyebabkan masalah besar pada sistem komputer. Untuk menghindari fenomena yang juga disebut dengan nama detik kabisat ini, Google telah menerapkan metode pintar untuk mengakomodasi detik tambahan

Google Sudah Siap Hadapi Lompatan Waktu

FOKUSJabar.com: Satu detik terdengar begitu sederhana, namun tentu akan menyebabkan masalah besar pada sistem komputer. Untuk menghindari fenomena yang juga disebut dengan nama detik kabisat ini, Google telah menerapkan metode 'pintar' untuk mengakomodasi detik tambahan tersebut. Seperti yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, lembaga internasional yang memantau pergerakan Bumi dan waktu dunia, (International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS) mengumumkan pada 8 Januari kemarin bahwa tahun 2015 akan mengalami leap second atau lompatan detik yang dimulai delapan hari lagi, yakni 30 Juni besok. [caption id="attachment_137845" align="aligncenter" width="960"] Lompatan Waktu (web)[/caption] "Sistem internal siap untuk tangani detik tambahan yang akan dimasukan ke jam dunia pada hari terakhir bulan Juni," kata raksasa teknologi Google. Dalam tulisan tilm teknisi Google Noah Maxwell dan Michael Rothwell, perusahaan menjelaskan cara mereka untuk mengatasi fenomena bertambahnya satu detik ini. Teknik itu dinamakan "leap smear". Tim Google memodifikasi pola pengaturan waktu pada server Network Time Protokol (NTP) dengan menambah milidetik ke sistem jam. Trik ini digunakan Google agar komputer tetap berjalan normal tanpa ada masalah bahwa mereka mengulang detik. Dengan teknik ini, Google secara bertahap menyesuaikan waktu dengan menambahkan beberapa milidetik pada perhitungan waktu. Setelah metode ini selesai, seluruh lompatan detik sudah masuk ke dalam sistem dan Google akan kembali sinkronisasi dengan waktu sipil. "Hanya Virtual Machine yang berjalan di Google Compute Engine yang terkena dampak leap smear karena hanya itu yang waktunya bisa disinkronisasi secara manual," tulis pihak Google. Leap Smear sendiri merupakan hasil eksperimen dan kerja keras para insinyur Google selama bertahun-tahun. Google menambahkan perusahaan merasa beruntung dapat menemukan teknik ini sehingga memecahkan masalah besar yang bisa dialami banyak pihak di dunia. Perdebatan soal lompatan detik baru dirasakan sejak tahun 2000 karena dinilai mengganggu urusan teknis berbagai operasi berskala global. Selain gangguan sistem navigasi telekomunikasi dan penerbangan, lompatan detik juga mengganggu sejumlah layanan situs web seperti Reddit, Foursquare, dan LinkedIn. Fenomena ini diyakini sepenuhnya berasal dari ilmu penghitungan fisika serta pengamatan astronomi karena Bumi bergerak lebih cepat atau lebih lambat. Bisa disebabkan oleh pasang surut dan perubahan dalam inti Bumi. Nasib lompatan detik ini mungkin menjadi jelas setelah digelar Konferensi Komunikasi Radio Dunia pada November 2015 mendatang.   (RR)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA