Ahli Astronomi : Bumi Terancam Hancur oleh Meteor Pekan Depan

Para ahli astronomi di Inggris menegaskan bahwa bumi akan segera berakhir akibat dampak bencana meteor yang akan terjadi pada pekan depan. Pakar astronomi itu mengklaim bahwa kehidupan manusia akan berakhir tertanggal 22 hingga 28 September mendatang, me

Ahli Astronomi : Bumi Terancam Hancur oleh Meteor Pekan Depan

FOKUSJabar.com: Para ahli astronomi di Inggris menegaskan bahwa bumi akan segera berakhir akibat dampak bencana meteor yang akan terjadi pada pekan depan. Pakar astronomi itu mengklaim bahwa kehidupan manusia akan berakhir tertanggal 22 hingga 28 September mendatang, meski hal itu dibantah oleh keyakinan NASA. Teori konspirasi menyebutkan,'sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang kita cintai'. Mereka memprediksi sejumlah kengerian akan terjadi ketika bencana meteor itu tiba di bumi, seperti gempa bumi dan ancaman tsunami. Namun NASA membantah hal tersebut. Berdasarkan pantauan langit, mereka tidak menemukan adanya tanda-tanda benda asteroid akan menabrak bumi. "NASA tidak melihat adanya asteroid atau komet berada pada jalur tabrakan dengan Bumi, sehingga kemungkinan adanya tabrakan besar sangatlah kecil," ujar juru bicara NASA kepada Mirror, Kamis (17/9/2015). Meski demikian, pihak NASA tetap mewaspadai akan peringatan yang dibuat oleh para ahli astronomi tersebut. [caption id="attachment_165275" align="aligncenter" width="735"] Asteroid Eltanin menabrak bumi di masa lalu menyebabkan terjadinya Zaman Es (mirror)[/caption] Direktur Eksekutif Riset dari Universitas Lancashire, Profesor Robert Walsh, memberikan suatu pengetahuan terkait ancaman asteroid terhadap bumi dari beberapa peristiwa sejarah. "Anda mungkin tidak menyadari bahwa bumi dipukul oleh sekitar 100 ton material luar angkasa setiap harinya. Namun, puing-puing ini dalam bentuk batu-batu kecil, yang sebagian besar terbakar di atmosfer planet. Bumi telah mengalami dampak yang sangat merusak di masa lalu, dimana ketika asteroid membinasakan dinosaurus. Dalam kasus tersebut, asteroid yang menabrak bumi itu diperkirakan berukuran 10 kilometer. "Bahkan, pada bulan Februari 2013 lalu, batu asteroid sebesar truk meledak di atas langit kota Chelyabinsk, Siberia. Seperti gambaran yang tertangkap di beberapa kamera ponsel, asteroid itu melesar dari langit dengan kekuatan ledakan yang mampu menghancurkan kaca jendela dan melukai ratusan orang. Namun hasilnya bakal jauh lebih menghancurkan jika serangan asteroid itu kembali berulang di keramaian pusat kota seperti London, New York atau Beijing. Jadi kita harus menanggapi ancaman ini secara serius," tukasnya. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA