UNICEF: Negara OKI perlu rencana strategis salurkan zakat

Potensi zakat global mencapai USD600 miliar per tahun, namun 24 negara dari total 57 anggota OKI masih membutuhkan bantuan kemanusiaan akibat terdampak konflik

UNICEF: Negara OKI perlu rencana strategis salurkan zakat

Direktur pusat bantuan darurat UNICEF, Sikander Khan mengatakan negara-negara anggota Organisasi Kerja Islam (OKI) perlu menyusun strategi menyalurkan dana bantuan kemanusiaan yang efektif, termasuk dari potensi zakat.

Menurut Khan, 24 negara dari total 57 anggota OKI membutuhkan bantuan kemanusiaan akibat terdampak konflik hingga menangani pengungsi yang datang ke negara mereka.

Negara-negara tersebut antara lain Yordania, Afghanistan, Uganda, Pakistan, Turki, Sudan, Kamerun, Palestina, Somalia, Irak, Pakistan, Lebanon, Ukraina, Mali dan Mesir.

“Data itu adalah pengingat bahwa kita harus bekerja sama mengatasinya secara strategis,” kata Khan dalam World Zakat Forum (WZF) di Bandung, Rabu.

Padahal, lanjut dia, potensi zakat yang dibayarkan umat muslim di seluruh dunia mencapai USD600 miliar per tahun.

Khan mengatakan zakat tersebut bisa berkontribusi untuk memberdayakan anak-anak dan keluarga yang terdampak konflik jika dikelola dan disalurkan dengan baik.

Namun dia menekankan penyaluran zakat semestinya mengarah pada hal-hal yang bersifat memberdayakan, misalnya lewat program-program di bidang kesehatan, pendidikan, sanitasi, nutrisi, dan lain-lain.

“Ini bukan hanya tentang memberi (zakat) di sana-sini, jika kita terus begitu maka rencana menarik anak-anak dan keluarga dari kemiskinan bisa terlupakan. Kita harus menyusun strategi,” ujar Khan.

Dalam resolusinya, World Zakat Forum (WZF) sebagai lembaga kolaborasi pengelola zakat global telah meminta anggotanya untuk lebih intensif berkolaborasi dengan badan kemanusiaan seperti UNDP dan UNICEF untuk mencapai tujuan pengentasan kemiskinan.

“WZF menyerukan untuk memperkuat kolaborasi dengan lembaga seperti UNICEF dan UNDP untuk memenuhi apa yang disampaikan dalam SDGs,” kata Sekretaris Jenderal WZF, Bambang Sudibyo.

Menurut Bambang, hal itu akan membuat penyaluran zakat akan menjadi lebih efektif memberdayakan para penerima.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA