Ukraina tolak Rusia kembali ke G8

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Krimea masih di bawah pendudukan Rusia sejak 2014

Ukraina tolak Rusia kembali ke G8

ANKARA

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menentang gagasan soal kembalinya Rusia ke G8.

"Sejak Maret 2014, ketika Rusia ditangguhkan dari G8, tidak ada yang berubah. Krimea Ukraina masih diduduki, Donbas Ukraina masih menderita akibat perang," cuit Zelensky di Twitter pada Kamis pagi.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi lampu hijau untuk kembalinya Rusia ke kelompok delapan negara ekonomi teratas dunia, yang terdiri dari AS, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia dan Jepang.

Rusia dikeluarkan dari G8 pada 2014 karena pencaplokan Krimea secara ilegal serta dukungan politik dan militernya untuk separatis di Ukraina timur.

"Mengembalikan Krimea milik Ukraina, penghentian permusuhan di Donbas dan melepaskan lebih dari 100 tahanan politik dan pelaut Ukraina yang saat ini ditahan Kremlin akan memberi sinyal kepada dunia bahwa Rusia dapat diizinkan kembali ke posisinya di meja teratas diplomasi global," kata Zelensky.

Dia juga berterima kasih kepada negara-negara yang telah mendukung integritas dan kedaulatan wilayah Ukraina.

Hubungan antara Kiev dan Moskow memburuk setelah Rusia mencaplok Krimea, menyusul pemungutan suara kemerdekaan ilegal pada 2014.

PBB, AS, Uni Eropa dan Turki tidak mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA