Tidak mudah keluar dari jebakan pendapatan menengah

Di dunia hanya ada kurang dari 20 negara yang mampu lulus dari middle income country menjadi high income country

Tidak mudah keluar dari jebakan pendapatan menengah

Kementerian Keuangan mengatakan Indonesia terus berupaya berbenah agar dapat selamat dari jebakan pendapatan menengah karena tidak mudah bagi sebuah negara bisa naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan di dunia hanya ada kurang dari 20 negara yang mampu lulus dari middle income country menjadi high income country.

Menurut dia, Indonesia perlu mengidentifikasi isu-isu struktural dengan tantangan paling penting adalah untuk membuat komposisi ekonomi berbasis pada nilai tambah yang lebih tinggi.

“Ekonomi yang belum maju itu didominasi oleh primary sector dan value added yang terbatas,” jelas Menteri Sri Mulyani dalam diskusi di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan semakin maju ekonomi sebuah negara, maka pemanfaatan sumber daya alam akan diolah melalui hilirisasi sebelum diekspor.

Begitu pun pada sektor jasa juga akan meningkat tidak lagi mengandalkan sektor jasa nonformal dengan nilai tambah yang rendah, namun akan mengarah pada jasa yang memiliki tingkat pendidikan, kemampuan, dan inovasi.

“Inilah yang menandai sebuah negara bisa maju jadi negara yang high income dan escape dari middle income trap,” ungkap Menteri Sri Mulyani.

Dia mengatakan meskipun Indonesia sudah memiliki kemajuan, namun masih perlu ditingkatkan bila dibandingkan dengan kebutuhan ekonomi yang ada.

Menurut dia, tantangan pembangunan hari ini adalah dari sisi perekonomian output gap sudah menyusut yang berarti level supply demand sudah sama dan harus berjalan seiring.

“Kalau hanya demand side yang didorong melalui investasi, konsumsi, belanja pemerintah, dan ekspor tanpa addressing supply side, maka ekonomi akan overheating dan tidak berkelanjutan,” urai Menteri Sri Mulyani.

Sementara itu, faktor sisi suplai juga perlu menggenjot produksi, melalui peningkatan SDM, infrastruktur, permodalan, dan teknologi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA