Seluruh tanah di Indonesia akan terdaftar pada 2025

Pada tahun ini, Kementerian Agraria dan Tata Ruang menargetkan pendaftaran tanah mencapai 10-12 juta bidang tanah

Seluruh tanah di Indonesia akan terdaftar pada 2025

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) menargetkan seluruh bidang tanah yang ada di Indonesia akan selesai terdaftar pada 2025 mendatang.

Menteri ATR Sofyan Djalil mengatakan apabila seluruh bidang tanah sudah terdaftar, maka akan dapat diketahui pemilik tanah, lokasinya, serta luasan tanahnya.

“Dengan terdaftar, bidang tanah tersebut kita masukkan ke dalam sistem informasi pertanahan sehingga akan mengurangi konflik dan orang tidak bisa coba-coba klaim tanah tersebut,” jelas Menteri Sofyan, dalam diskusi properti di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan banyaknya konflik tanah yang terjadi saat ini adalah karena banyak tanah belum terdaftar, sehingga membuka peluang bagi mafia tanah untuk membuat surat tanah palsu.

“Oleh karena itu, pendaftaran tanah menjadi sangat penting,” tekan Menteri Sofyan.

Dia menambahkan melalui pendaftaran tanah terutama dengan adanya sertifikat akan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk mendapatkan kemudahan untuk memperoleh pendanaan dari perbankan.

Selama ini banyak masyarakat yang bekerja di sektor informal dan memiliki tanah yang tidak bersertifikat, terpaksa harus pergi ke rentenir untuk meminjam uang dengan bunga yang besar.

“Begitu kita berikan sertifikat, dia bisa pergi ke BRI untuk pinjam uang semisal Rp10 juta dengan bunga kecil dan berikan manfaat yang luar biasa untuk rakyat,” jelas Sofyan.

Menteri Sofyan menambahkan pendaftaran tanah sudah dilakukan sejak 2017 dengan sebanyak 5,4 juta bidang tanah, kemudian pada 2018 bertambah sebanyak 9,3 juta bidang tanah.

“Pada tahun ini insya Allah akan sampai antara 10-12 juta bidang tanah dan dengan target itu, pada 2025 seluruh tanah sudah terdaftar,” tegas Sofyan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA