Presiden Prancis: G7 akan lakukan yang terbaik untuk jamin keamanan

Selama KTT G7 di Biarritz, para pemimpin akan membahas berbagai situasi besar, kata Macron

Presiden Prancis: G7 akan lakukan yang terbaik untuk jamin keamanan

ANKARA

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa G7 akan membahas berbagai isu besar dunia dan melakukan yang terbaik untuk memastikan keamanan dan memerangi ketidaksetaraan.

"#G7Biarritz telah dimulai. Kami mungkin tidak mencapai semua yang telah kami tetapkan, tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk menjadi efektif untuk memastikan keamanan Anda, menciptakan lebih banyak pekerjaan dan melawan ketidaksetaraan yang Anda derita," kata Emmanuel Macron di Twitter, Sabtu.

Pernyataan Macron disampaikan menjelang KTT G7 di kota Biarritz, Prancis, tempat para pemimpin dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan AS berkumpul.

Pada KTT tahun ini, para pemimpin negara anggota akan fokus pada penanganan ketidaksetaraan.

Mereka juga akan membahas masalah ekonomi, lingkungan dan kebijakan luar negeri.

"Pertama, saya percaya bahwa apa yang Anda harapkan secara sah dari kami semua adalah untuk dapat memastikan stabilitas dan keamanan, untuk melindungi perdamaian di dunia dan karenanya, kami akan membahas konflik besar atau situasi yang paling tegang: Iran, Suriah, Libya, Ukraina dan beberapa krisis internasional lainnya," ujar Macron dalam pidatonya yang diposting di Twitter.

Dia mencatat bahwa negara-negara terkadang mengungkapkan ketidaksetujuan tentang masalah ini.

"Jika besok Iran mengadopsi senjata nuklir, kami akan langsung prihatin. Jika Timur Tengah menyala, kami akan terpengaruh," tambah dia.

Macron juga mengatakan bahwa dunia akan terus menderita karena skandal imigrasi di seluruh Mediterania selama situasi di Libya tidak terselesaikan.

Dia berharap para pemimpin negara akan mencapai kesepakatan yang bermanfaat pada isu ini.

Menjabat sebagai presiden G7 hingga akhir 2019, Prancis memperbarui format KTT G7 dan mengundang negara-negara mitra termasuk Australia, Chili, India dan Afrika Selatan untuk mengambil bagian dalam pertemuan tersebut.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA