Pertumbuhan kredit melemah karena rendahnya permintaan korporasi

Berdasarkan data BI, pertumbuhan kredit pada September melambat menjadi 7,89 persen (yoy) dari pertumbuhan Agustus sebesar 8,59 persen

Pertumbuhan kredit melemah karena rendahnya permintaan korporasi

Bank Indonesia (BI) menyatakan penyaluran kredit yang belum kuat akibat dari permintaan kredit korporasi yang belum kuat.

Berdasarkan data BI, pertumbuhan kredit pada September melambat menjadi 7,89 persen secara tahunan (yoy) dari Agustus yang masih tumbuh sebesar 8,59 persen (yoy).

BI pun memprediksi pertumbuhan kredit sepanjang tahun ini hanya sebesar 8 persen (yoy).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kredit belum tumbuh maksimal akibat banyak korporasi yang menahan diri untuk berinvestasi dan melakukan ekspansi usaha.

“Survei BI mengindikasikan pada 2020 sekitar 47 persen korporasi merencanakan investasi, sementara 53 persen belum merencanakan karena masih fokus pada konsolidasi terkait kondisi keuangannya,” jelas Perry di Jakarta, Kamis.


Selain itu, Perry mengatakan aktivitas impor barang modal dan bahan baku juga turun yang mengindikasikan aktivitas produksi korporasi belum meningkat pesat.

Kemudian Perry menambahkan pertumbuhan kredit yang melemah juga karena pembiayaan korporasi yang berasal dari pasar modal dan utang luar negeri masih tumbuh, meskipun tidak sekuat tahun sebelumnya.

“Kesimpulannya, kami melihat korporasi masih melihat bagaimana prospek ekonomi ke depan karena akan menentukan seberapa besar hasil yang didapatkan dari kegiatan produksi dan investasinya untuk menutup biaya modal,” tambah dia.

Perry mengatakan secara keseluruhan menunjukkan bahwa 80 persen kebutuhan pendanaan korporasi saat ini berasal dari modal sendiri atau dari return earning dari laba yang ditahan.

“Makanya kalau dianalisis, dividen di perusahaan go publik memang turun yang artinya perusahaan mengambil labanya lebih banyak untuk menambah return earning dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan,” lanjut Perry.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA