Pertumbuhan kredit melambat akibat melemahnya sektor pertambangan

Kredit sektor pertambangan turun 4 persen atau sekitar Rp5 triliun

Pertumbuhan kredit melambat akibat melemahnya sektor pertambangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan pertumbuhan kredit pada Oktober hanya 6,53 persen, melambat dari bulan sebelumnya sebesar 8,7 persen.

Penyebab utama penurunan ini adalah melambannya pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo menyampaikan sektor pertambangan menunjukkan kinerja yang semakin mengkhawatirkan pada akhir tahun ini.

“Kredit sektor lain masih tumbuh cukup positif. Tetapi sektor pertambangan turun 4 persen atau sekitar Rp5 triliun dan membuat pertumbuhan kedit secara umum turun lagi,” ujar Slamet dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan kendala dalam usaha sektor pertambangan cukup struktural dengan harga komoditas yang turun cukup drastis sehingga kebutuhan kredit melamban.

Selain itu, meskipun pada beberapa minggu terkahir mulai ada peningkatan harga komoditas, namun kesiapan infrastruktur transportasi menghambat momentum peningkatan kinerja sektor ini.

“Memang supply chain transportasi dari hulu ke hilir sektir ini juga belum baik,” ungkap dia.

Slamet menjelaskan bahwa penurunan kredit sektor ini juga berdampak langsung pada kualitas kredit bank umum, meskipun penurunan kredit ini masih dalam kondisi yang terukur.

Sementara itu, pada saat pertumbuhan kredit melemah justru tingkat kredit macet atau non-performing loan meningkat.

"Non-performing loan perbankan pada Oktober 2019 berada pada 2,73 persen, naik tipis dari bulan sebelumnya. Namun masih tergolong terkendali karena jauh dari ambang batas,” jelas Slamet.

Menurut dia, sektor uang mendorong kenaikan NPL berasal dari industri pengolahan sekitar Rp900 triliun atau 4,12 persen naik dari 2,5 persen pada Desember tahun lalu.

Sementara itu, NPL sektor perdagangan juga sedikit naik dari 3,75 persen pada Desember 2018 menjadi 3,92 persen pada Oktober tahun ini.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA