Pertamina tingkatkan pemeliharaan kilang lewat transformasi digital

Perusahaan mengembangkan aplikasi yang digunakan untuk penjadwalan pemeliharaan kilang Balongan dan Dumai,

Pertamina tingkatkan pemeliharaan kilang lewat transformasi digital

Pertamina akan melakukan transformasi digital dalam pemeliharaan kilang untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan perusahaan telah mengimplementasikan sejumlah inisiatif digital di sektor hulu dan hilir.

“Salah satunya adalah dengan mengembangkan aplikasi yang digunakan untuk penjadwalan pemeliharaan kilang Balongan dan Dumai,” jelas Fajriyah, dalam keterangan resmi, Rabu.

Dia mengatakan Pertamina akan memperluas penggunaan aplikasi tersebut ke kilang lainnya di Cilacap, Plaju, dan Balikpapan.

“Digitalisasi dapat mencegah pemadaman yang tidak direncanakan terjadi di kilang serta dapat meningkatkan keandalan operasi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” lanjut Fajriyah.

Dia menambahkan Pertamina telah melakukan enam program digitalisasi utama, di antaranya program loyalitas, pengilangan digital, manajemen pengetahuan dan praktik terbaik di hulu, pengadaan digital, digitalisasi korporasi dan SPBU, serta digitalisasi bahan bakar.

Selain itu, pada sektor hulu Pertamina telah melakukan transformasi digital dengan mendirikan upstream cloud dan analisis big data sebagai bagian dari optimalisasi penggunaan aplikasi petrotechnical yang terpusat dan terintegrasi.

Sementara itu, Fajriyah mengatakan Pertamina pada sisi pemrosesan sedang mempersiapkan pemeliharaan prediktif terintegrasi melalui adopsi analitik canggih untuk meminimalisasi terjadi shutdown yang tidak direncanakan.

“Di sektor hilir Pertamina terus menerapkan program utamanya yaitu digitalisasi terminal bahan bakar dan SPBU untuk memantau stok dan distribusi bahan bakar secara nasional,” tambah dia.

Kemudian, dalam pengadaan barang dan jasa Pertamina juga menerapkan pengadaan digital yang diharapkan dapat menumbuhkan efisiensi sebesar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun per tahun.

Fajriyah menjelaskan bahwa transformasi digital adalah upaya yang dilakukan Pertamina untuk merespon dan beradaptasi dengan tantangan bisnis di masa depan.

“Ini juga bertujuan untuk meningkatkan layanan Pertamina kepada pelanggan dan proses bisnis internal,” kata dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA