Perlu kerja keras capai lifting 1 juta barel per hari

Pemerintah sudah menawarkan 10 potensi cadangan migas dan berharap stakeholders dapat bergabung menggarap open area ini

Perlu kerja keras capai lifting 1 juta barel per hari

Pemerintah meminta peran serta pelaku industri hulu migas untuk mencapai target lifting 1 juta barel per hari dengan mengefisiensikan di berbagai lini.

“Produksi 1 juta barel per hari adalah tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Dwi Soetjipto dalam siaran pers penutupan Pameran dan Konvensi IPA Convex ke-43 di Jakarta Convention Centre, akhir pekan lalu.

Sekarang target lifting 775.000 bph, kata dia, pihaknya mengharapkan tahun depan tidak ada penurunan target.

Menurut Soetjipto, pemerintah melakukan berbagai langkah untuk mendorong efisiensi ini. Antara lain menerbitkan beleid keterbukaan data untuk mengoptimalkan produksi kemudian mentransformasi dari cadangan menjadi produksi.

Selain itu berupaya aktif mempercepat segala macam pembahasan, penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan mendorong eksplorasi.

“Pemerintah sudah menawarkan 10 potensi cadangan migas dan berharap stakeholders dapat bergabung menggarap open area ini,” ujar Soetjipto.

Sektor hulu migas Indonesia, kata Soetjipto membutuhkan banyak investasi untuk mendorong efisiensi dan mengoptimalkan produksi.

Selain juga stabilitas investasi dan terus membangun komunikasi yang lebih baik, kalau ada yang menghalangi proses ini, sampaikan kepada kami, ujar Soetjipto.

Menurut dia, kegiatan eksplorasi [elu diwujudkan untuk memanfaatkan potensi cadangan migas yang ada. Selain itu, optimasi lapangan-lapangan yang ada juga merupakan hal lain yang harus dilakukan.

Penjabat Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Bij Agarwal mengatakan Indonesia masih memiliki peluang mendapatkan investasi migas, namun harus ada upaya lebih keras.

“Kita semua bersepakat, bahwa Indonesia masih punya peluang untuk mendapatkan investasi ke depan, dengan didukung gross split, perizinan yang semakin mudah, dan era baru keterbukaan data.

“Kolaborasi pemerintah dan industri juga meningkat, untuk mendukung eksplorasi dan mengoptimalkan produksi, serta untuk memastikan ketahanan energi nasional.”

Menurut dia dalam pelaksanaan konvensi, dia menangkap semangat investor global masih optimistis melakukan eksplorasi meski harga minyak belum stabil.

Selain itu, muncul kebutuhan inovasi teknologi dalam operasional blok migas tua, seperti yang dilakukan Pertamina dalam pengelolaan migas di Blok Mahakam, Kalimantan Timur.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA