Penjualan eceran pada Agustus tumbuh melambat

Kinerja penjualan eceran pada Agustus ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesori yang tumbuh tinggi, serta kelompok komoditas perlengkapan rumah tangga lainnya

Penjualan eceran pada Agustus tumbuh melambat

Perdagangan eceran di Indonesia belakangan ini masih lesu. Ini terlihat dari data penjualan eceran bulan Agustus yang tumbuh melambat.

Bank Indonesia mengungkapkan, penjualan eceran yang tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2019 hanya tumbuh sebesar 1,1 persen (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan IPR Juli 2019 yang sebesar 2,4 persen (yoy).

Pertumbuhan perdagangan eceran di kelompok suku cadang dan perlengkapan rumah tangga masih cukup baik dan menopang pertumbuhan perdagangan eceran pada Agustus 2019.

“Kinerja penjualan eceran pada Agustus ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesori yang tumbuh tinggi, serta kelompok komoditas perlengkapan rumah tangga lainnya yang tumbuh meningkat, antara lain barang elektronik selain audio/video dan perabot rumah tangga,” urai Onny, dalam keterangan resmi, Rabu.

Onny mengatakan penjualan eceran diperkirakan tumbuh meningkat pada September 2019 yang terindikasi dari IPR September 2019 yang diperkirakan tumbuh sebesar 2,1 persen (yoy).

Peningkatan tersebut terutama bersumber dari meningkatnya pertumbuhan penjualan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta tetap tingginya pertumbuhan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori.

Hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam enam bulan mendatang (Februari 2020) akan menurun.

“Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 6 bulan yang akan datang sebesar 168,2, lebih rendah dibandingkan IEH pada bulan sebelumnya sebesar 174,7,” imbuh Onny.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA