Pengamat: Rekonsiliasi politik jadi peluang bagi perekonomian

Masuknya Partai Gerindra dan Partai Demokrat ke dalam pemerintahan akan mengurangi kegaduhan dalam politik dalam negeri

Pengamat: Rekonsiliasi politik jadi peluang bagi perekonomian

Pengamat ekonomi dari Center of Reforms on Economics (CORE) berpendapat adanya rekonsiliasi politik yang dilakukan antara presiden terpilih Joko Widodo dengan rivalnya Prabowo Subianto membawa angin besar bagi perekonomian.

Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE) Piter Abdullah Redjalam menjelaskan membaiknya hubungan antar partai politik bisa membuat pemerintahan nanti fokus dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Rekonsiliasi politik itu peluang yang membuat pemerintah fokus dalam rangka counter perlambatan ekonomi global sehingga tidak terjadi kegaduhan di parlemen,” jelas Piter, dalam diskusi di Jakarta, Jumat.

Dia menilai mendekatnya Partai Gerindra dan Partai Demokrat kepada pemerintah akan membuat perpolitikan dalam negeri relatif damai sehingga bisa mengurangi kegaduhan.

Piter mengatakan semakin gemuknya koalisi pemerintahan bukan berarti akan terjadi abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan karena sistem politik Indonesia sudah cair.

“Sistem demokrasi sudah terbentuk untuk bisa menciptakan counter and balancing walaupun sudah ada rekonsiliasi di kabinet,” ujar Piter.

Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Febrio Kacaribu mengatakan dengan adanya rekonsiliasi ini akan membuat banyak pos kementerian diisi oleh orang partai.

“Namun yang terpenting menteri keuangannya dari orang profesional karena mengelola banyak surat utang kita yang mayoritas dipegang asing dan berisiko pada pelemahan rupiah kalau tidak dikelola dengan baik,” kata Febrio.

Menurut dia, pada periode pertama Presiden Joko Widodo lalu pemerintahan tidak berjalan efektif dalam dua tahun pertama karena kegaduhan dalam politik dalam negeri Indonesia.

Namun, dengan merapatnya banyak kekuatan politik ke dalam pemerintahan juga merupakan eksperimen baru bagaimana pemerintahan akan berjalan dengan minimnya kekuatan oposisi.

“Harapannya partai sudah capek berantem, mungkin kalau bisa bagi-bagi, jadi bisa bareng-bareng majunya, tinggal bagaimana pembagian posnya bisa berjalan baik,” urai Febrio.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA