Pemerintah pastikan B-30 aman digunakan kendaraan diesel

Konsumsi bahan bakar, pelumas, dan emisi gas buang relatif B-30 sama dengan B-20

Pemerintah pastikan B-30 aman digunakan kendaraan diesel

Pemerintah memastikan kesiapan kewajiban penggunaan bahan bakar B-30 atau pencampuran solar dengan 30 persen bahan bakar nabati pada awal tahun depan. 

“Dari hasil uji jalan B-30, kebijakan ini siap diimplementasikan pada kendaraan bermesin diesel per 1 Januari 2020," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana, di Jakarta, Kamis.

Dari hasil uji jalan Balitbang merekomendasikan beberapa hal agar kualitas B-30 tetap terjaga, mulai dari penanganan, penyimpanan hingga spesifikasi bahan bakar tersebut.

Menurut Dadan, untuk menjaga kualitas B30, proses pencampuran, penyimpanan, dan penyaluran perlu pengendalian dan monitoring berkala.

Kemudian, untuk memperoleh campuran B30 yang homogen, metode blending harus sesuai dengan pedoman umum dan menggunakan sarana prasarana yang memenuhi standar.

Sedangkan untuk mencegah peningkatan kadar air, B-100 harus disimpan dalam tangki tertutup dan dihindarkan dari kontak dengan udara dan segera dilakukan pencampuran dengan B-0.

Spesifikasi bahan bakar B-100 menurut Dadan dengan kadar monogliserida maksimum adalah 0,55 persen -massa dan kadar air maksimum adalah 350 ppm.

Menurut Dadan, dalam uji jalan yang dilakukan sebelumnya juga sudah ditemukan bahwa penggunaan B-30 pada kendaraan diesel tidak membawa pengaruh buruk.

Kesimpulan ini ditunjukkan dengan persentase perubahan daya/power, konsumsi bahan bakar, pelumas, dan emisi gas buang relatif sama antara bahan bakar B-20 dan B30 terhadap jarak tempuh kendaraan bermesin diesel.

Selain itu opasitas gas buang kendaraan pada penggunaan bahan bakar B30 masih berada di bawah ambang batas ukur dan tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Selain itu, kendaraan berbahan bakar B-0, B-30 (MG Biodiesel 0.4 persen) dan B-30 (MG Biodiesel 0.55%) dengan waktu soaking (didiamkan) selama 3, 7, 14, dan 21 hari dapat dinyalakan normal dengan waktu penyalaan sekitar 1 detik.

Sedangkan kendaraan baru atau yang sebelumnya tidak menggunakan biodiesel cenderung mengalami penggantian filter bahan bakar lebih cepat di awal penggunaan B30 karena efek blocking, namun sesudahnya kembali normal.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA