Optimisme konsumen Indonesia beri dukungan pada ekonomi

Kondisi ini dapat memberikan ekspekstasi ekonomi triwulan III perekonomian tumbuh 5,1 persen yang ditopang oleh membaiknya sektor konsumsi dan investasi, baik bangunan dan nonbangunan

Optimisme konsumen Indonesia beri dukungan pada ekonomi

Bank Indonesia menjelaskan bahwa terjaganya optimisme konsumen Indonesia yang tergambar dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September dapat memberikan dukungan pada pertumbuhan perekonomian.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, berdasarkan survei keyakinan konsumen pada September, IKK berada pada level 121,8 atau masih di atas 100 yang merupakan indikasi zona optimisme konsumen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan meskipun indeks tersebut lebih rendah dari Agustus yang sebesar 123,1, namun optimisme konsumen masih tetap terjaga yang didukung oleh persepsi positif terhadap kondisi saat ini dan yang akan datang.

“Ini juga menunjukkan bahwa sumber ekonomi kita di konsumsi rumah tangga terus terjaga dan memberikan dukungan bagi pertumbuhan perekonomian,” jelas Perry, di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, kondisi ini memberikan harapan bahwa pada triwulan III perekonomian bisa tumbuh 5,1 persen yang ditopang oleh membaiknya sektor konsumsi dan juga investasi, baik bangunan dan nonbangunan.

Perry menambahkan, pertumbuhan konsumsi ditopang oleh penghasilan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah yang terbantu dengan adanya bantuan sosial dari pemerintah sehingga bisa menopang konsumsi masyarakat lapisan menengah ke bawah.

Sumber pertumbuhan ekonomi lainnya menurut Perry adalah investasi bangunan berupa infrastruktur yang juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Yang terus diupayakan itu adalah pertumbuhan investasi swasta nonbangunan, itulah kenapa BI kemarin menurunkan suku bunga acuan,” imbuh dia.

Perry menjelaskan bahwa penurunan suku bunga tidak hanya mendorong kemampuan perbankan dalam menyalurkan pinjaman dari sisi suplai, tetapi juga meningkatkan permintaan kredit dan pembiayaan dari perbankan atau pasar modal.

“Kemudian juga kita lakukan relaksasi LTV kredit properti dan otomotif termasuk tambahan insentif berwawasan lingkungan dan relaksasi rasio intermediasi makroprudensial,” kata Perry.

Dia mengharapkan pada triwulan III dan IV ekspansi fiskal juga bisa lebih besar daripada triwulan I dan II karena biasanya belanja fiskal pada dua triwulan akhir tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Saya kira sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri terus dilihat, termasuk juga dengan mendorong manufaktur, pariwisata, UMKM, serta ekonomi keuangan digital akan terus dilakukan,” tambah dia.

Perry juga mengatakan sinergi dan koordinasi BI dengan OJK dan juga pemerintah serta dunia usaha akan semakin diperkuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini yang ditargetkan mencapai 5,1 persen pada tahun ini dan mendekati 5,3 persen pada tahun depan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA