Menteri ESDM minta konsistensi pasokan FAME untuk B30

Pemerintah akan membuat aturan Domestic Market Obligation (DMO) sebagaimana yang diterapkan pada batu bara saat ini

Menteri ESDM minta konsistensi pasokan FAME untuk B30

JAKARTA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta pengusaha biodiesel untuk memasok bahan campuran dari minyak sawit berupa Fatty Acid Menthyl Ester (Fame) secara konsisten untuk mendukung penerapan B30.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan kepada pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) agar dapat menyediakan bahan campuran B30 dari unsur sawit berupa Fame.

“Aprobi tidak boleh hit and run. Jangan nanti harga minyak kelapa sawit internasional naik, terus Fame menghilang. Sekali komitmen ya harus komitmen,” kata Jonan menegaskan.

Menteri Jonan mengatakan apabila pasokan Fame tidak konsisten, pemerintah akan membuat aturan Domestic Market Obligation (DMO) sebagaimana yang diterapkan pada batu bara saat ini. Aturan DMO merupakan regulasi khusus untuk mengatur pasokan domestik

Dia menambahkan pemerintah memiliki kepentingan dalam implementasi aturan B30 pada kendaraan yang sedianya akan berlangsung pada 2020 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM nomor 12 tahun 2015.

“Pemerintah berkepentingan dalam B30 untuk menjaga neraca perdagangan agar impor minyak terkendali,” imbuh Menteri Jonan.

Menurut Menteri Jonan, implementasi B30 dapat mengendalikan impor minyak dari saat ini 500 ribu barel per hari dan bisa menjadi 1 juta barel per hari pada 2025 akibat kebutuhan BBM yang secara perlahan akan terus meningkat.

“Idenya, kita campurkan Fame supaya neraca perdagangan tidak terlalu defisit untuk impor bahan bakar,” jelas dia.

Jonan menekankan penerapan B30 membutuhkan komitmen jangka panjang dan tidak bisa hanya sekali jalan pada saat uji coba saja.

“Pasokan Fame harus tersedia karena budi daya kelapa sawit luar biasa dari produksi CPO 4 juta ton per tahun sekarang sudah mencapai 6 juta ton,” tambah Jonan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA