LPD Sehat dengan Hukum Adat

Tidak banyak Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang dikelola masyarakat mampu bertahan hingga berpuluh puluh tahun. Namun ada sejumlah LPD di Provinsi Bali yang dikelola oleh masyarakat desa adat yang hingga kini masih eksis. Salah satunya LPD Kesiman, te

LPD Sehat dengan Hukum Adat

BALI, FOKUSJabar.com: Tidak banyak Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang dikelola masyarakat mampu bertahan hingga berpuluh-puluh tahun. Namun ada sejumlah LPD di Provinsi Bali yang dikelola oleh masyarakat desa adat yang hingga kini masih eksis. Salah satunya LPD Kesiman, tepatnya di Jalan Waribang Desa Adat Pakraman Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. "Dari 35 LPD yang ada di Kota Denpasar semuanya dalam kondisi sehat, karena banyak pengurusnya yang aktif," sebut Kepala LP LPD Provinsi Bali, I Nyoman Arnaya saat menyambut kunjungan kerja Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, Kamis (19/11/2015). [caption id="attachment_191557" align="aligncenter" width="740"] Suasana kunjungan kerja KPwBI Cirebon di LPD Pakraman Kesiman Bali. Foto Panji[/caption] Dia mengatakan, jumlah LPD yang tidak sehat kini terus menurun, bahkan nyaris tak ada di Kota Denpasar. Hal itu itu bisa disiasati melalui pembinaan dengan mencari penyebab sakitnya LPD bersangkutan. Disebutkan Arnaya, kondisi LPD Kesiman catatan kredit macet 0,56 persen atau sekitar 4 orang nasabah saja dari total 2.091 nasabah kredit. Arnaya menambahkan, salah satu penyebab LPD tidak sehat adalah karena pengurus tidak menjalankan dengan benar awig-awig atau aturan desa adat terkait lembaga tersebut. “Pengawas memiliki peran penting agar pengelolaan LPD berjalan sesuai aturan. Tidak boleh ada perasaan tidak enak, meskipun pengurus LPD adalah tetangga dan sama-sama warga adat,” katanya. Menurutnya, LPD mampu berperan dalam peningkatan perekonomian khususnya bagi masyarakat adat. Terbukti sekitar 80 persen masyarakat adat yang jadi nasabah LPD sudah merasakan manfaatnya. (Panji/Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA